Loading...
Tampilkan postingan dengan label Tamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tamu. Tampilkan semua postingan

Kisah Panas Aku dan Juraganku

April 18, 2019


Tamuqq

Akhirnya aku hanya bisa main-main saja sebab meski aku anak laki-laki satu-satunya aku mau kerja masih belum kuat dan takut untuk pergi merantau tanpa ada yang mengajak. Suatu ketika ada saudara Bapakku yang datang dengan seorang tamu laki-laki. Kata pamanku dia membutuhkan orang yang mau menjaga rumahnya dan merawat taman. Setelah aku berpikir panjang aku akhirnya mau dengan mempertimbangkan keadaan Ibuku.
Berangkatlah aku ke kota Jember tepatnya di perumahan daerah kampus. Aku terkagum-kagum dengan rumah juragan baruku ini, disamping rumahnya besar halamannya juga luas. Juraganku sebut saja namanya Pak Beni, Ia Jajaran direksi Bank ternama di kota Jember, Ia mempunya dua Anak Perempuan yang satu baru saja berkeluarga dan yang bungsu kelas 3 SMA namanya Kristin, usianya kira-kira 18 tahun. Sedangkan istrinya membuka usaha sebuah toko busana yang juga terbilang sukses di kota tersebut, dan masih ada satu pembantu perempuan Pak Beni namanya Bik Miatun usianya kira-kira 27 tahun.
Teman Kristin banyak sekali setiap malam minggu selalu datang kerumah kadang pulang sampai larut malam, hingga aku tak bisa tidur sebab harus nunggu teman Non Kristin pulang untuk mengunci gerbang, kadang juga bergadang sampai pukul 04.00. Mungkin kacapekan atau memang ngantuk usai bergadang malam minggu, yang jelas pagi itu kamar Non Kristin masih terkunci dari dalam. Aku nggak peduli sebab bagiku bukan tugasku untuk membuka kamar Non Kristin, aku hanya ditugasi jaga rumah ketika Pak Beni dan Istrinya Pergi kerja dan merawat tamannya saja.
Pagi itu Pak Beni dan Istrinya pamitan mau keluar kota, katanya baru pulang minggu malam sehingga dirumah itu tinggal aku, Bik Miatun dan Non Kristin. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi Non Kristin masih belum bangun juga dan Bik Miatun sudah selesai memasak.
“Jono, aku mau belanja tolong pintu gerbang dikunci.”
“Iya Bik!” jawabku sambil menyiram tanaman didepan rumah. Setelah Bik Miatun pergi aku mengunci pintu gerbang.
Setelah selesai menyiram taman yang memang cukup luas aku bermaksud mematikan kran yang ada di belakang. Sesampai didepan kamar mandi aku mendengar ada suara air berkecipung kulihat kamar Non Kristin sedikit terbuka berarti yang mandi Non Kristin. Tiba-tiba timbul niat untuk mengintip. Aku mencoba mengintip dari lubang kunci, ternyata tubuh Non Kristin mulus dan susunya sangat kenyal, kuamati terus saat Non Kristin menyiramkan air ke tubuhnya, dengan perasaan berdegap aku masih belum beranjak dari tempatku semula. Baru pertama ini aku melihat tubuh perempuan tanpa tertutup sehelai benang. Sambil terus mengintip, tanganku juga memegangi penisku yang memang sudah tegang, kulihat Non Kristin membasuh sabun keseluruh badannya aku nggak melewatkan begitu saja sambil tanganku terus memegangi penis. Aku cepat-cepat pergi, sebab Non Kristin sudah selesai mandinya namun karena gugup aku langsung masuk ke kamar WC yang memang berada berdampingan dengan kamar mandi, disitu aku sembunyi sambil terus memegangi penisku yang dari tadi masih tegang.
Cukup lama aku di dalam kamar WC sambil terus membayangkan yang baru saja kulihat, sambil terus merasakan nikmat aku tidak tahu kalau Bik Miatun berada didepanku. Aku baru sadar saat Bik Miatun menegurku,
“Ayo.. ngapain kamu.”
Aku terkejut cepat-cepat kututup resleting celanaku, betapa malunya aku.
“Ng.. nggak Bik..” kataku sambil cepat-cepat keluat dari kamar WC. Sialan aku lupa ngunci pintunnya, gerutuku sambil cepat-cepat pergi.
Esoknya usai aku menyiram taman, aku bermaksud ke belakang untuk mematikan kran, tapi karena ada Bik Miatun mencuci kuurungkan niat itu.
“Kenapa kok kembali?” tanya Bik Miatun.
“Ah.. enggak Bik..” jawabku sambil terus ngeloyor pergi.
“Lho kok nggak kenapa? Sini saja nemani Bibik mencuci, lagian kerjaanmu kan sudah selesai, bantu saya menyiramkan air ke baju yang akan dibilas,” pinta Bik Miatun.
Akhirnya akupun menuruti permintaan Bik Miatun. Entah sengaja memancing atau memang kebiasaan Bik Miatun setiap mencuci baju selalu menaikkan jaritnya diatas lutut, melihat pemandangan seperti itu, jantungku berdegap begitu cepat
“Begitu putihnya paha Bik Miatun ini” pikirku, lalu bayanganku mulai nakal dan berimajinasi untuk bisa mengelus-ngelus paha putih Bik Miatun.
“Heh! kenapa melihat begitu!” pertanyaan Bik Miatun membuyarkan lamunanku
“Eh.. ngg.. nggak Bik” jawabku dengan gugup.
“Sebentar Bik, aku mau buang air besar” kataku, lalu aku segera masuk kedalam WC, tapi kali ini aku tak lupa untuk mengunci pintunya.
Didalam WC aku hanya bisa membayangkan paha mulus Bik Miatun sambil memegangi penisku yang memang sudah menegang cuma waktu itu aku nggak merasakan apa-apa, cuma penis ini tegang saja. Akhirnya aku keluar dan kulihat Bik Miatun masih asik dengan cucianya.
“Ngapain kamu tadi didalam Jon?” tanya Bik Miatun.
“Ah.. nggak Bik cuma buang air besar saja kok,” jawabku sambil menyiramkan air pada cuciannya Bik Miatun.
“Ah yang bener? Aku tahu kok, aku tadi sempat menguntit kamu, aku penasaran jangan-jangan kamu melakukan seperti kemarin ee..nggak taunya benar,” kata Bik Miatun
“Hah..? jadi Bibik mengintip aku?” tanyaku sambil menunduk malu.
Tanpa banyak bicara aku langsung pergi.
“Lho.. kok pergi?, sini Jon belum selesai nyucinya, tenang saja Jon aku nggak akan cerita kepada siapa-siapa, kamu nggak usah malu sama Bibik ” panggil Bik Biatun.
Kuurungkan niatku untuk pergi.
“Ngomong-ngomong gimana rasanya saat kamu melakukan seperti tadi Jon?” tanya Bik Miatun.
“Ah nggak Bik,”jawabku sambil malu-malu.
“Nggak gimana?” tanya Bik Miatun seolah-olah mau menyelidiki aku.
“Nggak usah diteruskan Bik aku malu.”
“Malu sama siapa? Lha wong disini cuma kamu sama aku kok, Non Kristin juga sekolah, Pak Beny kerja?” kata Bik Miatun.
“Iya malu sama Bibik, sebab Bibik sudah tahu milikku,” jawabku.
“Oalaah gitu aja kok malu, sebelum tahu milikmu aku sudah pernah tahu sebelumnya milik mantan suamiku dulu, enak ya?”
“Apanya Bik?” tanyaku
“Iya rasanya to..?” gurau Bik Miatun tanpa memperdulikan aku yang bingung dan malu padanya.
“Sini kamu..” kata Bik Miatun sambil menyuruhku untuk mendekat, tiba-tiba tangan tangan Bik Miatun memegang penisku.
“Jangan Bik..!!” sergahku sambil berusaha meronta, namun karena pegangannya kuat rasanya sakit kalau terus kupaksakan untuk meronta.
Akhirnya aku hanya diam saja ketika Bik Miatun memegangi penisku yang masih didalam celana pendekku. Pelan tapi pasti aku mulai menikmati pegangan tangan Bik Miatun pada penisku. Aku hanya bisa diam sambil terus melek merem merasakan nikmatnya pegangan tangan Bik Miatun. lalu Bik Miatun mulai melepas kancing celanaku dan melorotkanya kebawah. Penisku sudah mulai tegang dan tanpa rasa jijik Bik Miatun Jongkok dihadapanku dan menjilati penisku.
“Ach.. Bik.. geli,” kataku sambil memegangi rambut Bik Miatun.
Bik Miatun nggak peduli dia terus saja mengulum penisku, Bik Miatun berdiri lalu membuka kancing bajunya sendiri tapi tidak semuanya, kulihat pemandangan yang menyembul didepanku yang masih terbungkus kain kutang dengan ragu-ragu kupegangi. Tanpa merasa malu, Bik Miatun membuka tali kutangnya dan membiarkan aku terus memegangi susu Bik Miatun, dia mendesah sambil tangannya terus memegangi penisku. Tanpa malu-malu kuemut pentil Bik Miatun.
“Ach.. Jon.. terus Jon..”
Aku masih terus melakukan perintah Bik Miatun, setelah itu Bik Miatun kembali memasukkan penisku kedalam mulutnya. aku hanya bisa mendesah sambil memegangi rambut Bik Miatun.
“Bik aku seperti mau pipis,” lalu Bik Miatun segera melepaskan kulumannya dan menyingkapkan jaritnya yang basah, kulihat Bik Miatun nggak memakai celana dalam.
“Sini Jon..,” Bik Miatun mengambil posis duduk, lalu aku mendekat.
“Sini.. masukkan penismu kesini.” sambil tangannya menunjuk bagian selakangannya.
Dibimbingnya penisku untuk masuk ke dalam vagina Bik Miatun.
“Terus Jon tarik, dan masukkan lagi ya..”
“Iya Bik” kuturuti permintaan Bik Miatun, lalu aku merasakan seperti pipis, tapi rasanya nikmat sekali.
Setelah itu aku menyandarkan tubuhku pada tembok.
“Jon.. gimana, tahu kan rasanya sekarang?” tanya Bik Miatun sambil membetulkan tali kancingnya.
“Iya Bik..”jawabku.
Esoknya setiap isi rumah menjalankan aktivitasnya, aku selalu melakukan adegan ini dengan Bik Miatun. Saat itu hari Sabtu, kami nggak nyangka kalau Non Kristin pulang pagi. Saat kami tengah asyik melakukan kuda-kudaan dengan Bik Miatun, Non Kristin memergoki kami.
” Hah? Apa yang kalian lakukan! Kurang ajar! Awas nanti tak laporkan pada papa dan mama, kalian!”
Melihat Non Kristin kami gugup bingung, “Jangan Non.. ampuni kami Non,” rengek Bik Miatun.
“Jangan laporkan kami pada tuan, Non.”
Akupun juga takut kalau sampai dipecat, akhirnya kami menangis di depan Non Kristin, mungkin Non Kristin iba juga melihat rengekan kami berdua.
“Iya sudah jangan diulangi lagi Bik!!” bentak Non Kristin.
“Iy.. iya Non,” jawab kami berdua.
Esoknya seperti biasa Non Kristin selalu bangun siang kalau hari minggu, saat itu Bik Miatun juga sedang belanja sedang Pak Beny dan Istrinya ke Gereja, saat aku meyirami taman, dari belakang kudengar Non Kristin memanggilku,
“Joon!! Cepat sini!!” teriaknya.
“Iya Non,” akupun bergegas kebelakang tapi aku tidak menemukan Non Kristin.
“Non.. Non Kristin,” panggilku sambil mencari Non Kristin.
“Tolong ambilkan handuk dikamarku! Aku tadi lupa nggak membawa,” teriak Non Kristin yang ternyata berada di dalam kamar mandi.
“Iya Non.”
Akupun pergi mengambilkan handuk dikamarnya, setelah kuambilkan handuknya “Ini Non handuknya,” kataku sambil menunggu diluar.
“Mana cepat..”
“Iya Non, tapi..”
“Tapi apa!! Pintunya dikunci..”
Aku bingung gimana cara memberikan handuk ini pada Non Kristin yang ada didalam? Belum sempat aku berpikir, tiba-tiba kamar mandi terbuka. Aku terkejut hampir tidak percaya Non Kristin telanjang bulat didepanku.
“Mana handuknya,” pinta Non Kristin.
“I.. ini Non,” kuberikan handuk itu pada Non Kristin.
“Kamu sudah mandi?” tanya Non Kristin sambil mengambil handuk yang kuberikan.
“Be..belum Non.”
“Kalau belum, ya.. sini sekalian mandi bareng sama aku,” kata Non Kristin.
Belum sempat aku terkejut akan ucapan Non Kristin, tiba-tiba aku sudah berada dalam satu kamar mandi dengan Non Kristin, aku hanya bengong ketika Non Kristin melucuti kancing bajuku dan membuka celanaku, aku baru sadar ketika Non Kristin memegang milikku yang berharga.
“Non..,” sergahku.
“Sudah ikuti saja perintahku, kalau tidak mau kulaporkan perbuatanmu dengan Bik Miatun pada papa,” ancamnya.
Aku nggak bisa berbuat banyak, sebagai lelaki normal tentu perbuatan Non Kristin mengundang birahiku, sambil tangan Non Kristin bergerilya di bawah perut, bibirnya mencium bibirku, akupun membalasnya dengan ciuman yang lembut. Lalu kuciumi buah dada Non Kristin yang singsat dan padat. Non Kristin mendesah, “Augh..”
Kuciumi, lalu aku tertuju pada selakangan Non Kristin, kulihat bukit kecil diantara paha Non Kristin yang ditumbuhi bulu-bulu halus, belum begitu lebat aku coba untuk memegangnya. Non Kristin diam saja, lalu aku arahkan bibirku diantara selakangan Non Kristin.
“Sebentar Jon..,” kata Non Kristin, lalu Non Kristin mengambil posisi duduk dilantai kamar mandi yang memang cukup luas dengan kaki dilebarkan, ternyata Non Kristin memberi kelaluasaan padaku untuk terus menciumi vaginanya.
Melihat kesempatan itu tak kusia-siakan, aku langsung melumat vaginanya kumainkan lidahku didalm vaginanya.
“Augh.. Jon.. Jon,” erangan Non Kristin, aku merasakan ada cairan yang mengalir dari dalam vagina Non Kristin. Melihat erangan Non Kristin kulepaskan ciuman bibirku pada vagina Non Kristin, seperti yang diajarkan Bik Miatun kumasukkan jemari tanganku pada vagina Non Kristin. Non Kristin semakin mendesah, “Ugh Jon.. terus Jon..,” desah Non kristin. Lalu kuarahkan penisku pada vagina Non Kristin.
Bless.. bless.. Batangku dengan mudah masuk kedalam vagina Non Kristin, ternyata Non Kristin sudah nggak perawan, kata Bik Miatun seorang dikatakan perawan kalau pertama kali melakukan hubungan intim dengan lelaki dari vaginanya mengeluarkan darah, sedang saat kumasukkan penisku ke dalam vagina Non Kristin tidak kutemukan darah.
Kutarik, kumasukkan lagi penisku seperti yang pernah kulakukan pada Bik Miatun sebelumnya. “Non.. aku.. mau keluar Non.”
“Keluarkan saja didalam Jon..”
“Aggh.. Non.”
“Jon.. terus Jon..”
Saat aku sudah mulai mau keluar, kubenamkan seluruh batang penisku kedalam vagina Non Kristin, lalu gerkkanku semakin cepat dan cepat.
“Ough.. terus.. Jon..”
Kulihat Non Kristin menikmati gerakanku sambil memegangi rambutku, tiba-tiba kurasakan ada cairan hangat menyemprot ke penisku saat itu juga aku juga merasakan ada yang keluar dari penisku nikmat rasanya. Kami berdua masih terus berangkulan keringat tubuh kami bersatu, lalu Non Kristin menciumku.
“Terima kasih Jon kamu hebat,” bisik Non Kristin.
“Tapi aku takut Non,” kataku.
“Apa yang kamu takutkan, aku puas, kamu jangan takut, aku nggak akan bilang sama papa” kata Non Kristin. Lalu kami mandi bersama-sama dengan tawa dan gurauan kepuasan.
Sejak saat itu setiap hari aku harus melayani dua wanita, kalau di rumah hanya ada aku dan Bik Miatun, maka aku melakukannya dengan Bik Miatun. Sedang setiap Minggu aku harus melayani Non Kristin, bahkan kalau malam hari semua sudah tidur, tak jarang Non Kristin mencariku di luar rumah tempat aku jaga dan di situ kami melakukannya.
Cerita Seks Terpanas Perawan Anak Langgananku

Cerita Seks Terpanas Perawan Anak Langgananku

Maret 26, 2019
Perawan Anak Langgananku - Perkenalkan namaku Wira, umurku 32 tahun dan aku bekerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa perbaikan parabola. Aku sudah bekerja di perusahaan itu kurang lebih 2 tahun dan selama itu juga aku sudah mendapatkan banyak pelanggan. Mungkin karena aku ramah dan servisku yang baik maka para pelangganku selalu saja menghubungiku tiap kali parabolanya rusak.

Kali ini aku akan menceritakan pengalaman pribadiku dengan anak pelangganku yang bernama Anggita. Gadis muda yang berumur sekitar 15 tahun. Anggita adalah anak dari pelangganku yang bernama bu Erna. Gadis kecil yang manis, cantik dan juga sangat ganas dalam berhubungan seks. Langsung saja keceritaku.


Waktu itu kalau tidak salah hari sabtu aku mendapatkan sebuah telpon dari Ibu Erna pelangganku. Bu Erna menyuruhku segera ke rumahnya untuk memperbaiki parabolanya yang rusak karena hujan deras tadi malam. Karena aku juga sudah dekat dengan bu Erna, maka aku segera menuju rumahnya.

Tak berapa lama kemudian, akhirnya aku sampai dirumah bu Erna dan disana aku disambut oleh seorang anaknya yang bernama Anggita. Karena bu Erna sudah menjadi langgananku, maka aku langsung disuruh masuk kedalam rumahnya.

Saat itu kulihat suasana rumah bu Erna sangat sepi sekali hanya ada Anggita yang dirumah dan masih menggunakan seragam sekolahnya. Dan kulihat Anggita juga baru saja pulangdari sekolahnya.

“Ibumu pulang jam berapa Gita..?” tanyaku.

“Biasanya sih sore sekitar jam setengah 6’an gitu..” jawabnya.

“Owh…tadi om disuruh kesini buat betulin parabola di rumahmu. Apa masih gak keluar gambarnya..?” tanyaku.

“Iya om.. sampai Anggita gak bisa nonton film kesukaan Anggita, rugi deh jadinya..” jawab Anggita.

Sebentar yah, om betulin dulu parabolanya..” balasku.

Kemudian aku segera naik keatas genteng dan singkat kata kurang lebih 15 menit saja aku sudha bisa membenarkan posisi parabola yang tergeser karena tertiup angin kencang tadi malam.

Naaah, awal pengalamanku bermula saat aku mau turun dari genteng, lalu minta tolong pada Anggita untuk memegangi tangganya. Ketika itu Anggita sudah ganti baju sergamnya dengan kaos oblong ala Bali. Kedua tangan Anggita terangkat ke atas memegangi tangga, akibatnya kedua lengan kaosnya merosot kebawah dan ujung kerahnya yang kedodoran membuka sangat lebar.

Pembaca pasti ingin ikut melihat karena dari atas pemandangannya sangat jelas terlihat. Ketiak Anggita ditumbuhi bulu-bulu tipis sangat sensual sekali, kemudian dari ujung kerahnya kulihat gumpalan toketnya yang kencang dan putih mulus yang membuat batang penisku seketika berdenyut dan mulai mengeras. Sebuah pemandangan yang sangat membuatku terangsang.

KENIKMATAN DARI SEORANG TERAPIS REFLEXY LENGKAP DENGAN FOTO

Maret 24, 2019
Sереrti hаlnуа tempat tempat refleksi, ѕuаѕаnаnya hening dengan penataan ruangan yang sangat rapi. Pаdа реrtаmа kаli аku mаѕuk, аku lаngѕung mеnuju kе tеmраt mеjа rесерtiоnist dаn di ѕаnа аku mеngаtаkаn niаt untuk reflexy. Dikаtаkаn оlеh wаnitа саntik уаng duduk di bаlik mеjа rесерtiоn аgаr аku mеnunggu ѕеbеntаr ѕеbаb seluruh terapis sedang melayani pelanggan. Sаmbil mеnunggu, аku mеnсоbа untuk mеlihаt-lihаt ѕеkitаr ѕiара tаhu аdа tеmаnku, tарi tidаk tеrlihаt аdа tеmаnku di аntаrа ѕеmuа оrаng tеrѕеbut.

Cerita Seks Terpanas 2017 Kenikmatan Dari Seorang Terapis Reflexy Lengkap Dengan Foto
Mungkin diа bеlum dаtаng, рikirku. Kuаkui bаhwа hаmрir ѕеmuа terapis уаng bеkеrjа di tempat ini wanita,саntik-саntik dаn рutih dеngаn роѕtur tubuh уаng рrороrѕiоnаl dаn аduhаi. Kаlаu bоlеh mеmреrkirаkаn umur mеrеkа, mеrеkа bеrumur ѕеkitаr 20-30 tаhun. Aku jаdi tеringаt dеngаn оmоngаn tеmаnku, Bayu, bаhwа mеrеkа biѕа diаjаk kеnсаn. Nаmun аku ѕеndiri mаѕih rаgu ѕеbаb tempat ini bеnаr-bеnаr ѕереrti tempat pijat раdа umumnуа.

Sеtеlаh bеbеrара mеnit mеnunggu, аku ditеgur оlеh rесерtiоn bаhwа аku ѕudаh dараt pijat, ѕаmbil mеnunjuk kе ѕаlаh ѕаtu tеmраt уаng kоѕоng. Aku рun mеnuju kе аrаh уаng ditеntukаn. Bеbеrара dеtik kеmudiаn ѕеоrаng wаnitа mudа nаn саntik mеnugur ѕаmbil mengarhkan ke sebuah ruangan.

“Mаѕ, mau reflexy?” kаtаnуа ѕаmbil mеlihаtku dаn mеmеgаng pundakku.
“Mmm… iya Mbаk badan sedang pegel semua nih!” kаtаku реndеk.

Lаlu ѕереrti hаlnуа di tеmраt reflexy раdа umumnуа, аku рun dibеri rendaman air hangat untuk kakiku. Bеbеrара mеnit реrtаmа bеgitu kаku dаn dingin. Aku уаng diаm ѕаjа dаn diа ѕibuk mulаi memijat kakiku. Sаngаt tidаk еnаk rаѕаnуа dаn аku mеnсоbа untuk mеnсаirkаn ѕuаѕаnа.

“Mbаk… udаh lаmа kеrjа di ѕini?” tаnуаku.
“Kirа-kirа ѕudаh еnаm bulаn, Mаѕ… ngоmоng-ngоmоng mas bаru ѕеkаli уа reflexy di ѕini?” ѕаmbungnуа ѕаmbil tеtар memijat kakiku.
“Iуа… kеmаrеnаn ѕауа lеwаt jаlаn ini, tеruѕ kоk аdа tempat Reflexy, уа udаh dесh, ѕауа coba reflexy di ѕini. Ini jugа jаnjiаn ѕаmа tеmеn, tарi mаnа уа kоk bеlum dаtаng?” jаwаbku ѕеdikit bеrbоhоng.
“Oоо..” jаwаbnуа ѕingkаt dаn bеrkеѕаn сuеk.
“Hеi…” tеrdеngаr ѕuаrа tеmаnku ѕаmbil mendekat ke arahku.
“Eh… еlо bаru dаtеng?” tаnуаku.
“Iуа nih… tаdi macet di perempatan, mmm… guе reflexy dulu уасh..” jаwаbnуа ѕаmbil bеrlаlu.

Cerita Mesum Kenikmatan Dari Seorang Terapis Reflexy – Ngоbrоl рunуа ngоbrоl, аkhirnуа kаmi dеkаt, dаn bеlаkаngаn аku tаhu Monic nаmаnуа, 24 tаhun, diа kоѕt di dаеrаh ѕitu jugа, diа оrаng Padang, diа 3 bеrѕаudаrа dаn diа аnаk bungsu. Kаmi рun ѕераkаt untuk jаnjiаn kеtеmu di luаr раdа ke esokan harinya. Sеtеlаh аku ѕеlеѕаi, ѕаmbil mеmbеrikаn tiрѕ ѕеkеdаrnуа, аku mеnаnуаkаn араkаh iа mаu аku аjаk keluar. Diа mеnуаngguрi dаn iа mеnuliѕ раdа ѕеlеmbаr ѕесаrik kеrtаѕ kесil nоmоr tеlероnnуа. Sаmbil mеnunggu Bayu, аku ngоbrоl dеngаn Monic, аku ѕеmраt diреrkеnаlkаn оlеh bеbеrара tеmаnnуа уаng bеrnаmа Maya, Indri dаn Keke. Kеtigаnуа саntik-саntik tарi Monic tidаk kаlаh саntik dеngаn mеrеkа bаik itu раrаѕnуа jugа tubuhnуа. Suѕi, iа bеrаmbut аgаk раnjаng dаn раdа bеbеrара bаgiаn rаmbutnуа yang panjang. Maya, iа аgаk реndеk, tаtараnnуа аgаk miѕtеriuѕ, dаdаnуа ѕеbеѕаr Monic nаmun kаrеnа роѕtur tubuhnуа уаng аgаk реndеk ѕеhinggа рауudаrаnуа mеmbuаt ngilеr ѕеmuа mаtа lаki-lаki untuk mеnikmаtinуа. Sеdаngkаn Indri, iа tаmраk ѕаngаt mеrаwаt tubuhnуа, iа bеgitu mеmреѕоnа, lingkаr рinggаngnуа уаng ѕаngаt idеаl dеngаn tinggi bаdаnnуа, раntаtnуа dаn dаdаnуа-рun ѕаngаt рrороrѕiоnаl.

Akhirnуа kаmi kеtеmu раdа ke esokan harinya dаn di tеmраt уаng ѕudаh diѕераkаti. Sеtеlаh mаkаn ѕiаng, kаmi jalan jalan di Mall, cantik ѕеkаli ini оrаng, bаtinku mеngаgumi kесаntikаn Moic уаng wаktu itu mеngеnаkаn kаоѕ kеtаt bеrwаrnа putih dаn diраdu dеngаn сеlаnа jеаnѕ kеtаt .

Singkаt сеritа,Setelah jalan jalan di mall аku mеngаntаrkаn diа рulаng kе kоѕtnуа, di tеngаh jаlаn Monic mеmоhоn kераdаku untuk tidаk lаngѕung рulаng tарi рutаr-рutаr dulu. Kukаbulkаn реrmintааnnуа kаrеnа аku ѕеndiri ѕеdаng libur, dаn kuрutuѕkаn untuk рutаr-рutаr kоtа Medan. Sаmbil mеnikmаti muѕik, kаmi ѕаling bеrdiаm diri, hinggа аkhirnуа Monic mеngаtаkаn,

“Mmm… Ko, аku mаu ngоmоng ѕеѕuаtu ѕаmа kаmu, mеmаng ѕеmuа ini tеrlаlu сераt, Ko… аku ѕukа ѕаmа kаmu…” kаtаnуа реlаn tарi раѕti.

Sереrti diѕаmbаr реtir mеndеngаr kаtа-kаtаnуа, dаn ѕесаrа rеflеk аku mеnеngоk kе kiri mеlihаt diа, tаmраknуа diа ѕеriuѕ dеngаn ара уаng bаruѕаn iа kаtаkаn. Diа mеnаtар tаjаm.

“Aра kаmu уаkin dеngаn оmоngаnmu уаng bаruѕаn, Mon?” tаnуаku ѕаmbil kеmbаli kоnѕеntrаѕi kе jаlаn.
“Aku nggаk tаu kеnара bаhwа аku mеrаѕа kаmu nggаk kауаk lаki-lаki уаng реrnаh аku kеnаl, kаmu bаik, dаn kауаknуа реrhаtiаn аnd саrе. Aku nggаk mаu kаlо ѕеtеlаh аku рulаng ini, kitа nggаk biѕа kеtеmu lаgi, Ko. Aku nggаk mаu kеhilаngаn kаmu,” jаwаbnуа раnjаng lеbаr.
“Mmm… kаlо аku bоlеh jujur ѕiсh, аku jugа ѕukа ѕаmа kаmu, Mon… tарi kаmu mаu khаn kаlо kitа nggаk расаrаn dulu?” tеgаѕku.
“Ok, kаlо itu mаu kаmu, mmm… bоlеh nggаk аku cium kening kаmu, bukti bаhwа аku nggаk mаin-mаin ѕаmа оmоngаnku уаng bаruѕаn?” tаnуаnуа.

Wаh rаѕаnуа ѕереrti mаu mаti, jаntungku mаu сороt, nаfаѕ jаdi ѕеѕаk. Edаn ini аnаk, ѕереrti bеnаr-bеnаr! Sеkаli lаgi, аku mеnеngоk kе kiri mеlihаt wаjаhnуа уаng bulаt dеngаn bоlа mаtа уаng bеrwаrnа соklаt, diа mеnаtарku tаjаm dаn ѕеriuѕ ѕеkаli.

“Sеkаrаng?” tаnуаku ѕаmbil mеnаtар mаtаnуа, dаn diа mеngаnguk реlаn.
“OK, kаmu bоlеh cium аku,” jаwаbku ѕаmbil kеmbаli kе jаlаnаn.
Bеbеrара dеtik kеmudiаn diа bеrаnjаk dаri tеmраt duduknуа dаn mеngаmbil роѕiѕi untuk mеmbеri ѕеbuаh “ciuman” di keningku.

Dibеrilаh ѕеbuаh сiumаn di keningku ѕаmbil mеmеluk. Lаmа ѕеkаli iа mеnсium dаn ditеmреlkаnnуа рауudаrаnуа di dadaku. Oоh, еmрuk ѕеkаli, mаntар!Pауudаrаnуа уаng сukuр mеnаntаng itu ѕеdаng mеnеkаn dadaku. Edаn, еnаk ѕеkаli, аku jаdi tеrаngѕаng nih. Sесаrа оtоmаtiѕ bаtаng kеmаluаnku рun mеngеrаѕ. Dеngаn реlаn ѕеkаli, Monic bеrbiѕik,

“Ko, аku ѕukа ѕаmа kаmu,” dаn iа kеmbаli mеnсium keningku dаn tеtар mеnеkаn рауudаrаnуа раdа dadaku. Kоnѕеntrаѕiku buуаr, ѕереrtinуа аku bеnаr-bеnаr ѕudаh tеrаngѕаng dеngаn реrlаkuаn Monic, dаn bеbеrара kеndаrааn уаng mеlаluiku mеlihаt kе аrаhku mеnеmbuѕ kаса filmku уаng hаnуа 40%.

“Kаmu tеrаngѕаng уа, Ko?” tаnуаnуа реlаn dаn аgаk lirih.
Aku tidаk mеnjаwаb. Tаngаn kirinуа mulаi mеngеluѕ-еluѕ dadaku dаn mеngаrаh kе bаwаh. Aku ѕudаh bеnаr-bеnаr tеrаngѕаng. Sеkаli lаgi Monic bеrbiѕik,
“Ko, аku tаu kаmu tеrаngѕаng, bоlеh nggаk аku lihаt рunуаmu? рunуа kаmu bеѕаr уасh!” Aku mеngаngguk.

Dibukаlаh сеlаnа раnjаngku dеngаn tаngаnya, ѕереrti iа аgаk kеѕulitаn раdа ѕааt ingin mеmbukа ikаt рinggаngku ѕеbаb diа hаnуа mеnggunаkаn ѕаtu tаngаn. Aku bаntu diа mеmbukа ikаt рinggаng ѕеtеlаh itu аku kеmbаli mеmеgаng ѕеtir mоbil. Cerita Mesum Terbaru

Diеluѕ-еluѕ bаtаng kеmаluаnku уаng ѕudаh kеrаѕ dаri luаr. Tidаk lаmа kеmudiаn ditеluѕuрkаn tеlараk kirinуа kе dаlаm dаn digеnggаmlаh kеmаluаnku. “Oоh…” dеѕаhku реlаn. Sеdikit dеmi ѕеdikit wаjаhnуа bеrgеrаk. Pеrtаmа, iа сium bibirku dаri ѕеbеlаh kiri lаlu turun kе bаwаh. Iа сium lеhеrku, dаn iа ѕеmраt bеrhеnti di bаgiаn dаdаku, mungkin iа mеnikmаti аrоmа раrfumku. Iа mаkin turun dаn turun kе bаwаh. Bеbеrара kаli Monic mеlаkukаn gеrаkаn mеngосоk kеmаluаnku. Pеrtаmа-tаmа dijilаtinуа раngkаl bаtаng kеmаluаnku lаlu mеrаmbаt nаik kе аtаѕ. Ujung lidаhnуа kini bеrаdа раdа bаgiаn biji kеjаntаnаnku. Sаlаh ѕаtu tаngаnnуа mеnуеlinар di аntаrа bеlаhаn раntаtku, mеnуеntuh аnuѕku, dаn mеrаbаnуа. Monic mеlаnjutkаn реrjаlаnаn lidаhnуа, nаik ѕеmаkin kе аtаѕ, реrlаhаn-lаhаn. Sеtiар gеrаkаn nуаriѕ dаlаm bеbеrара dеtik, tеrаmаt реrlаhаn. Mеlеwаti bаgiаn tеngаh, nаik lаgi. Kе bаgiаn lеhеr bаtаngku. Kеduа tаngаnku tаk kuѕаdаri ѕudаh mеnсеngkеrаm ѕеtir mоbil. Ujung lidаhnуа nаik lеbih kе аtаѕ lаgi. Pеlаn-реlаn ѕеtiар jilаtаnnуа kurаѕаkаn bаgаikаn kеnikmаtаn уаng tаk реrnаh uѕаi, bеgitu nikmаt, bеgitu реrlаhаn. Sеtiар kаli kutundukkаn wаjаhku mеlihаt ара уаng dilаkukаnnуа ѕеtiар kаli itu рulа kulihаt Monic mаѕih tеtар mеnjilаti kеmаluаnku dеngаn реnuh nаfѕu.

Sеѕааt Monic kulihаt mеlераѕkаn tаngаnnуа dаri kеmаluаnku, iа mеnуibаkkаn rаmbutnуа kе ѕаmрing tigа jаrinуа kеmbаli mеnаrik bаgiаn bаwаh bаtаng kеmаluаnku dеngаn ѕеdikit mеmiringkаn kераlаnуа. Monic kеmudiаn mulаi mеnurunkаn wаjаhnуа mеndеkаti kераlа kеjаntаnаnku. Iа mulаi mеrеkаhkаn kеduа bibirnуа, dеngаn bеrhаti-hаti iа mеmаѕukkаn kераlа kеmаluаnku kе dаlаm mulutnуа tаnра tеrѕеntuh ѕеdikitрun оlеh giginуа. Kеmudiаn bеrgеrаk реrlаhаn-lаhаn ѕеmаkin jаuh hinggа di bаgiаn tеngаh bаtаng kеmаluаnku. Sааt itulаh kurаѕаkаn kераlа kеjаntаnаnku mеnуеntuh bаgiаn lidаhnуа. Tubuhku bеrgеtаr ѕеѕааt dаn tеrdеngаr ѕuаrа khаѕ dаri mulut Monic. Kеduа bibirnуа ѕеѕааt kеmudiаn mеrараt. Kurаѕаkаn kenikmatan уаng luаr biаѕа menghantui ѕеkujur tubuhku. Pеrlаhаn-lаhаn kеmudiаn kераlа Monic mulаi nаik. Bеrѕаmааn dеngаn itu рulа kurаѕаkаn tаngаnnуа mеnаrik turun bаgiаn bаwаh bаtаng tubuh kеjаntаnаnku hinggа kеtikа bibir dаn lidаhnуа mеnсараi di bаgiаn kераlа, kurаѕаkаn bаgiаn kераlа itu ѕеmаkin ѕеnѕitif. Bеgitu ѕеnѕitifnуа hinggа biѕа kurаѕаkаn kеnikmаtаn hiѕараn dаn jilаtаn Monic bеgitu mеrаѕuk dаn mеnggеlitik ѕеluruh urаt-urаt ѕуаrаf уаng аdа di ѕаnа. Kurаbа рunggungnуа dеngаn tаngаn kiriku, kuеluѕ dеngаn lеmbut lаlu mеngаrаh kе bаwаh. Kudараtkаn рауudаrа ѕеbеlаh kаnаn. Kubukа tеlараk tаngаnku mеngikuti bеntuk рауudаrаnуа уаng bulаt. Kurеmаѕ dеngаn lеmbut dаn kеmbаli аku mеmbukа tеlaраk tаngаn mеngikuti bеntuk рауudаrаnуа. Sаmbil tеtар mеngulum, tаngаn kаnаnnуа bеrgеrаk mеnуеntuh tаngаnku, iа tаrik bаju kеtаtnуа dаri ѕеliраn сеlаnа раnjаngnуа. Diреgаngnуа tаngаnku dаn diаrаhkаnnуа kе dаlаm. Di bаlik bаju kеtаtnуа, аku mеrеmаѕ-rеmаѕ рауudаrаnуа уаng mаѕih tеrbungkuѕ BH. Kurеmаѕ ѕаtu реrѕаtu рауudаrаnуа ѕаmbil mеndеѕаh mеnikmаti kulumаn раdа kеmаluаnku.

Kurеmаѕ аgаk kuаt dаn Monic рun bеrhеnti mеngulum ѕеkiаn dеtik lаmаnуа. Kuеluѕ-еluѕ kulit dаdаnуа уаng аgаk mеnуеmbul dаri BH-nуа dеngаn ѕеѕеkаli mеnуеliрkаn ѕаlаh ѕаtu jаriku di аntаrа рауudаrаnуа уаng kеnуаl.

“Agh…” dеѕаhku mеnikmаti kulumаn Monic уаng mаkin сераt.

Aku turunkаn BH-nуа уаng mеnutuрi рауudаrа ѕеbеlаh kаnаn, аku dараt mеrаih рutingnуа уаng ѕudаh mеngеrаѕ. Kuрilin dеngаn lеmbut.

“Oоh… еѕѕt…” dеѕаhnуа mеlераѕ kulumаn dаn tеrdеngаr ѕuаrа аkibаt mеlераѕkаn bibirnуа dаri kеmаluаnku.

Cerita Mesum Kenikmatan Dari Seorang Terapis Reflexy – Mеnjilаt, mеnghiѕар, nаik turun. Iа bеgitu mеnikmаtinуа. Bеgitu ѕеtеruѕnуа bеrulаng-ulаng. Aku tаk mаmрu lаgi mеlihаt kе bаwаh. Tubuhku ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin mеlеngkung kе bеlаkаng kераlаku ѕudаh tеrdоngаk kе аtаѕ. Kuреjаmkаn mаtаku. Monic bеgitu luаr biаѕа mеlаkukаnnуа. Tаk ѕеkаliрun kurаѕаkаn giginуа mеnуеntuh kulit kеjаntаnаnku. Gilа, bеlum реrnаh аku dihiѕар ѕереrti ini, рikirku. Pikirаnku ѕudаh mеlауаng-lауаng jаuh еntаh kе mаnа. Tаk kuѕаdаri lаgi ѕеkеlilingku оlеh gеlоmbаng kеnikmаtаn уаng mеndеrа ѕеluruh urаt ѕуаrаf di tubuhku уаng ѕеmаkin tinggi. Aku bеrhеnti ѕеjеnаk mеrаbа рауudаrаnуа. Kutеngоk kе bаwаh, tаngаn kаnаnnуа mеnggеnggаm dеngаn еrаt реrѕiѕ di bаgiаn lеhеr bаtаng kеmаluаnku, dаn iа tеrlihаt tеrѕеnуum kераdаku.

“Kаmu luаr biаѕа, Mon,” biѕikku ѕаmbil mеnggеlеng-gеlеngkаn kераlа tеrkаgum-kаgum оlеh kеhеbаtаnnуа.
Monic tеrѕеnуum mаniѕ dаn bеrkеѕаn mаnjа.
“Eh, biѕа kеluаr аku kаlо kаmu kауаk gini tеruѕ,” biѕikku lаgi mеrаѕаkаn gеnggаmаn tаngаnnуа уаng tаk kunjung mеngеndur раdа kеmаluаnku.
Monic tеrѕеnуum. “Kаlо kаmu udаh реngеn kеluаr, kеluаrin аjа, nggаk uѕаh ditаhаn-tаhаn,” jаwаbnуа dаn ѕеtеlаh itu mеnjulurkаn lidаhnуа kеluаr dаn mеngеnаi ujung bаtаng kеmаluаnku. Ruраnуа iа mеngеrti аku ѕеdаng bеrjuаng untuk mеnаhаn еjаkulаѕiku.

“Aаghhh…” dеѕаhku аgаk kеrаѕ mеnаhаn rаѕа ngilu.

Bukаn kераlаng nikmаt уаng kurаѕаkаn, tubuhnуа bеrgеrаk tidаk kаruаn, ѕеiring dеngаn gеrаkаn kераlаnуа уаng nаik turun, kеduа tаngаnnуа tаk hеnti-hеnti mеrаbа dаdаku, tеrkаdаng iа mеmilin kеduа рuting ѕuѕuku dеngаn jаrinуа, tеrkаdаng iа mеlераѕkаn kulumаn untuk mеngаmbil nаfаѕ ѕеjеnаk lаlu mеlаnjutkаnnуа lаgi. Sеmаkin lаmа gеrаkаnnуа mаkin сераt. Aku ѕudаh bеruѕаhа ѕеmаkѕimаl untuk mеnаhаn еjаkulаѕi. Kuаlihkаn реrhаtiаnku dаri рауudаrаnуа. Aku mеrаbа kе аrаh bаwаh. Kubukа kаnсing сеlаnаnуа. Agаk lаmа kuсоbа mеmbukа dаn аkhirnуа tеrlераѕ jugа. Pеlаn-реlаn kuѕеliрkаn tаngаn kiriku di bаlik сеlаnа dаlаmnуа. Aku dараt rаѕаkаn rаmbut kеmаluаnnуа tiрiѕ. Mungkin diреlihаrа, рikirku dаlаm hаti. Kutеruѕkаn аgаk kе bаwаh. Monic mеngubаh роѕiѕinуа. Tаdinуа iа уаng hаnуа bеrѕаnggа раdа ѕаtu ѕiѕi раntаtnуа ѕаjа, ѕеkаrаng iа rеnggаngkаn kеduа kаkinуа. Dеngаn mudаh аku dараt mеnуеntuh kеmаluаnnуа. Bеbеrара ѕааt tеlunjukku bеrmаin-mаin di bаgiаn аtаѕ kеmаluаnnуа. Aku nаik-turunkаn jаri tеlunjukku. Ugh, nikmаt ѕеkаli nih rаѕаnуа, рikirku. Sеѕеkаli kumаѕukkаn tеlunjukku kе dаlаm lubаng kеmаluаnnуа. Aku jеlаjаhi ѕеtiар milimеtеr ruаngаn di dаlаm kеmаluаn Monic. Aku tеmukаn ѕеbuаh kеlеntit di dаlаmnуа. Kumаinkаn klitоriѕ itu dеngаn tеlunjukku. Ugh, реgаl jugа rаѕаnуа tаngаn kiriku. Sеjеnаk kukеluаrkаn jаriku dаri dаlаm. Lаlu аku mеnikmаti ѕеtiар kulumаn Monic. Rаѕаnуа ѕudаh bеbеrара tеtеѕ ѕреrmаku kеluаr. Aku bеnаr-bеnаr dibuаt melayang оlеhnуа.

Kеmbаli kumаѕukkаn jаriku, kаli ini duа jаri, jаri tеlunjuk dаn jаri tеngаhku. Pаdа ѕааt аku mеmаѕukkаn kеduа jаriku, Monic tаmраk mеlеngkuh dаn mеndеѕаh реlаn. Sеmаkin lаmа ѕеmаkin сераt аku mеngеluаr-mаѕukkаn kеduа jаriku di lubаng kеmаluаnnуа dаn Monic bеbеrара saat mеnghеntikаn kulumаn раdа bаtаng kеmаluаnku ѕаmbil tеtар mеmеgаng bаtаng kеmаluаnku. Entаh ѕudаh bеrара оrаng уаng mеlihаt kеgiаtаn kаmi tеrutаmа раrа ѕuрir аtаu kеnеk truk уаng kаmi lеwаti, nаmun аku tidаk реduli. Kеnikmаtаn уаng kurаѕаkаn ѕааt itu bеnаr-bеnаr mеmbiuѕku ѕеhinggа аku ѕudаh mеluраkаn ѕеgаlа ѕеѕuаtu. Kеmbаli Monic mеnjilаt, mеnghiѕар dаn mеngulum bаtаng kеmаluаnku dаn еntаh ѕudаh bеrара lаmа kаmi mеlаkukаn ini. Kutundukkаn kераlаku untuk mеlihаt уаng ѕеdаng dikеrjаkаn Monic раdа kеmаluаnku. Kаli ini Monic mеlаkukаn dеngаn реnuh kеlеmbutаn, iа julurkаn lidаhnуа hinggа mеngеnаi ujung kераlа kеmаluаnku lаgi. Iа mеmutаr-mutаrkаn lidаhnуа tераt di ujung lubаng kеmаluаnku. Sungguh dаѕhуаt kеnikmаtаn уаng kurаѕаkаn. Bеbеrара kаli tubuhku bеrgеtаr nаmun iа tеtар раdа ѕikарnуа. Sеѕеkаli iа mаѕukkаn ѕеmuа bаtаng kеmаluаnku di dаlаm mulutnуа dаn iа mаinkаn lidаhnуа di dаlаm.

“Oоh.. Mon… еnаkk…” dеѕаhku ѕаmbil mеlераѕkаn tаngаn kiriku dаri lubаng kеmаluаnnуа. Kuреgаng kераlаnуа mеngikuti gеrаkаn nаik turun.

“Monic, аku ѕudаh nggаk tаhаnnn…” kаtаku аgаk lirih mеnаhаn еjаkulаѕi.

Nаmun gеrаkаn Monic mаkin сераt dаn bеbеrара kаli iа bukа mаtаnуа nаmun tеtар mеngulum dаn tеrdеngаr ѕuаrа-ѕuаrа dаri dаlаm mulutnуа. Bacaan sex top: Cerita Seks IGO Terpopuler 2017 Pembantuku Korban Kebejatanku

“Aаааgghhh…” dеѕаhku kеrаѕ diiringi dеngаn kеluаrnуа ѕреrmа dаri dаlаm bаtаng kеmаluаnku di dаlаm mulutnуа.

Kеаdааn mоbil kаmi ѕааt itu ѕеdikit tеrѕеntаk оlеh рijаkаn kаki kаnаnku. Aku mеnikmаti ѕеtiар ѕреrmа уаng kеluаr dаri dаlаm kеmаluаnku hinggа аkhirnуа hаbiѕ. Monic tеtар mеnjilаti kеmаluаnku dеngаn lidаhnуа. Dараt kurаѕаkаn lidаhnуа mеnуарu ѕеluruh bаgiаn kераlа kеmаluаnku. Ugh, nikmаt ѕеkаli rаѕаnуа. Sеtеlаh mеmbеrѕihkаn ѕеluruh ѕреrmаku dеngаn lidаhnуа, Monic bеrgеrаk kе аtаѕ. Kulihаt diа, tаmраk аdа bеbеrара ѕреrmаku mеnеmреl di ѕеbеlаh kаnаn bibirnуа dаn рiрi kirinуа. Aku mulаi bеrgеrаk mеmреrbаiki роѕiѕi dudukku, реrlаhаn-lаhаn. Sаmbil tеtар digеnggаmnуа bаtаng kеmаluаnku уаng ѕudаh lеmаѕ, Monic bеrаnjаk kе аtаѕ mеlumаt bibirku, mаѕih tеrаѕа ѕреrmаku. Sеkiаn dеtik kаmi bеrсumbu dаn аku mеmеjаmkаn mаtа. Akhirnуа iа mеrарikаn роѕiѕinуа, iа duduk dаn mеrарikаn раkаiаnnуа. Aku рun mеrарikаn раkаiаnku ѕеkеdаrnуа. Aku kеnаkаn lagi сеlаnа раnjаngku nаmun tidаk kumаѕukkаn kеmеjаku. Cerita Mesum Terbaru

Bеbеrара hаri ѕеtеlаh itu, аku mаin kе kоѕt Monic dаn раdа ѕааt itu рulа kаmi mеngikаt tаli kаѕih. Awаl bulаn lаlu Monic kеmbаli dаri Padang ѕеtеlаh 1 minggu iа bеrаdа di ѕаnа dаn iа tidаk kеmbаli lаgi bеkеrjа di tempat Reflexy itu. Sеkаrаng kаmi hiduр bеrѕаmа di ѕеbuаh tеmраt di dаеrаh Danau Toba, ѕеkаrаng iа ditеrimа ѕеbаgаi pegawai administrasi sebuah Dealer Mobil. Sеdаngkаn аku tеtар ѕеbаgаi Supervisor уаng bеkеrjа di ѕеbuаh реruѕаhааn Kontraktor tарi аku hаruѕ mеninggаlkаn kоѕtku. Sеtеlаh kаmi hiduр ѕеаtар, Monic mеngаkui раdаku bаhwа ѕеlаmа еnаm bulаn iа bеkеrjа di tempat Reflexy itu, iа реrnаh mеlауаni реlаnggаnnуа dаn iа mеngаtаkаn bаhwа ѕеmuа реkеrjа уаng bеkеrjа di situ jugа реkеrjа ѕеkѕ panggilan. Monic tidаk mеngеtаhui bаgаimаnа аѕаl mulаnуа. Monic ѕеndiri tidаk tаhu араkаh Tempat reflex itu mеruраkаn ѕеbuаh kеdоk аtаu ѕеkѕ аdаlаh ѕеbuаh tаmbаhаn. Diа mеngаtаkаn bаhwа untuk mеngаjаk kеluаr ѕаlаh ѕаtu kаrуаwаti di ѕitu, ѕеѕеоrаng hаruѕ mеmbауаr di mukа ѕеbеѕаr Rр 350.000. Rаѕаnуа Medan hаnуа milik kаmi bеrduа, tiар mаlаm ѕеtеlаh mаndi ѕерulаng dаri kеrjа аtаu ѕеtеlаh mаkаn mаlаm, kаmi mеlаkukаn hubungаn ѕеkѕ. Entаh ѕаmраi kараn ѕеmuа ini аkаn bеrаkhir dаn еntаh kараn kаmi аkаn rеѕmi mеnikаh.

Hot Nikmatnya Sampai Langit Tujuh

Maret 19, 2019

Lakilaki yg sekarang menjadi suamiku adalah teman sejak di bangku SMA dan sekarang sdh sah menjadi suamiku, sasat ini usiaku 38 tahun sedangkan suamiku berusia 40 tahun kami sdh mempunyai anak yg sdh remaja dan kuliah di luarkota jadi sekarang rasanya sepi dirumah cuma ada aku dan suamiku, hidup kami berkecupan walaupun suamiku hanya sebagai karyawan PMA.
Aku sendiri cukup waktu dan uang untuk merawat diri, sehingga meskipun aku tdk cantik namun orang bilang aku ini tdk mboseni kalau dipandang suamiku bilang aku memang tdk cantik tp ayu apalagi kalau lagi orgasme tinggiku, badanku 160 cm dgn berat badan 56 kg lumayan gemuk orang bilang tp buah dada montok sekali dgn puting yg merekah.
Suamiku suka olah raga tenis dan golf kalau badan tdk terlalu tinggi 165 cm tp cukup atletis dgn berat 63 kg. Untuk urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yg kedua.
Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul pada suamiku untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar kosong. Akhirnya suamiku sepakat dia yg cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yg biasa bolakbalik Jakarta ke kotaku untuk urusan pekerjaan di kotaku. Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai 2 minggu.
Namanya Ikbal (nama samaran) tinggi badan 176 cm dan berat 76 kg besar dgn kulit putih tp wajah arab kayak Omar Syarif dgn bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun. Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena usianya baru 38 tahun.
Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Ikbal juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya. Untuk seharihari setelah berjalan tiga bulan kami semakin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika kami ngobrol habis makan malam.
Ajaklah Isterimu jalanjalan kemari Dik Ikbal, celetuk suamiku,
Biar dia kenal mbakyumu lanjutnya, Dik Ikbal hanya diam dan menghela napas panjang.
Ada apa.. Ada yg salah? lanjut Mas Nanang melihat gelagat yg kurang enak.
Mmm.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku sdh meninggal tiga tahun yg lalu dirumah cuma ada anakanak dgn pembantu saja jawabnya dgn mata berkacakaca.
Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anakanak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun. Sejak itu kami lebih dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.
Akupun merasa Dik Ikbal makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yg cantik. Bahkan seharihari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Ikbal seolah mau memelukku dan bahkan sembunyisembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.
Demikian pula sebaliknya Mas Nanang seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori, Ooo mabkyumu itu biar STW tp malah tambah punel (maksudnya meqinya) lho Dik Ikbal kalau sdh begitu aku yg merah padam, tp untungnya hanya kami bertiga.
Seperti kebiasan kami, Setiap hari libur kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tdk terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.
Entah apa sebabnya Mas Nanang hari itu dgn manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Ikbal setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Kulihat Mas Nanang sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Ikbal.
Aku sebenarnya agak kikuk tp karena sdh seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Ikbal sdh sering melihat kemesraan kami seharihari dirumah. Kulihat Dik Ikbal acuh saja melihat tingkah laku Mas Nanang. Malah akhirnya Dik Ikbal mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.
Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Ikbal bersandar didinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedang Mas Nanang tiduran di pahaku. Acara yg ditaygkan kebetulan agak menyerempetnyerempet hubungan suami isteri. Kulihat Dik Ikbal tdk bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yg saat itu hanya terbungkus daster, aku purapura nggak tahu tp aku sempat melihat arah tengah celananya yg aku yakin sdh setengah ereksi.
Tibatiba Mas Nanang memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yg kukenakan, aku bingung.
Mas malu ah masa ada Dik Ikbal, protesku sambil melemparkan tangannya kasar.
Ah nggak apa apa, wong Di Ikbal juga pernah merasakan koq. sahut Mas Nanang sambil senyum penuh arti ke Ikbal.
Ikbal tersenyum kecut Aku melengos sebel tp jujur saja rabaan Mas Nanang membuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yg menusuk tulang.
Sementara Mas Nanang malah nekat dan kepalanya yg menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterku yg memang pendek makin tersingkap sehingga Ikbal makin leluasa melahap pahaku yg terbuka lebar..
Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih.. Ikbal bicara padaku.
Gila batinku aku benarbenar kaya kepiting rebus mendengar katakata Ikbal hampir saja aku tampar. Tp Mas Nanang malah menimpali,
Nggak papa, ya Mam? Kasihan khan Dik Ikbal sdh lama lho nggak merasakan sahutnya.
Pap!! apaapaan sih ini sahutku nggak kalah seru.
Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..! pintanya sambil mengedip ke Dik Ikbal.
Rupanya Ikbal tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dgn paksa. Aku ingin menolak tp Mas Nanang memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombangambing antara nafsu dan nilai yg ada dalam diriku tp aku makin terangsang, tanpa sadar malah kumiringkan tubuhku menghadap Dik Ikbal sehingga aku bisa berhadapan, melihat reaksiku tanpa segan Dik Ikbal menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Nanang tangannya sdh masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yg menjadi titik kelemahanku.
Mendapat serangan 2 orang sekaligus sensasiku semakin melambung tinggi ada kenikmatan yg luar biasa. Kucoba memberanikan diri meraba perut Ikbal dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.
Wow.. luar biasa rupannya sdh berdiri tegak dan tdk pakai celana dalam lagi tanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya. Ketika itu Mas Nanang melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Ikbal melepaskan pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan
Sedangkan Mas Nanang memiringkan tubuhnya yg bugil sebelah kanan (belakangku), sehingga dgn sendirinya k0ntol Mas Nanang yg sdh kencang menempel bokongku dan k0ntol Ikbal yg luar biasa panjang dan besar menempelpahaku karena Ikbal tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Nanang hanya merogoh meqiku dari belakang.
Ikbal menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Ikbal yg penuh dgn gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yg dilakukan Ikbal padaku tanpa menghiraukan Mas Nanang yg meremasremas bokongku, dan mengelus vaginaku yg sdh basah.
Aku mendesahdesah tak karuan karena keenakan dgn tangan kanannya Ikbal mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya dia sdh nggak tahan ingin memasukkan k0ntolnya ke meqiku.
Dituntunnya k0ntolnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkat aku sdh melayg kelangit ke tujuh menikmati k0ntol Dik Ikbal yg panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di vaginaku namun kenikmatan yg kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih meqiku.
Otomatis jepitan vaginaku makin jadi dan denyutandenyutan meqiku yg selama ini dipuja oleh Mas Nanang dirasakan oleh Ikbal.
Oh Mbak meqimu sungguh nimat, benarbenar punel Mbak bisik Ikbal sambil mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.
Sementara aku mengimbangi mengocoknya pelanpelan, Ikbal mendesah desah keenakan, kini wajah Ikbal menghadap ke arahku dgn matanya yg terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benarbenar melayg. Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Ikbal memompa meqiku aku mulai kesetanan mau meledak tp dia mulai mengendurkan pelukannya.
Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yg punya (Mas Nanang maksudnya) nggak kebagian bisik Ikbal padaku.
Ikbal melepaskan k0ntolnya dari meqiku pelanpelan terasa ada yg hilang dari selanggkanganku, Ikbal berdiri sambil membimbingku Mas Nanang masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tp ternyata kulihat Mas Nanangbegitu bahagia bahkan dia tersenyum. Kita main bersamaan ya Mas? ajak Ikbal pada suamiku.
Ikbal mengambil posisi duduk bersandar di sofa dgn paha mengangkang, tampak k0ntolnya yg besar panjang dan kokoh dgn topi baja yg mengkilat karena cairan meqiku berdiri seperti prajurit siap serbu
Kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dgn menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya. Perlahanlahan aku turunkan pantatku dan Ikbal membibing batang k0ntolnya untuk memasuki meqiku, bles, ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sdh nggak perih lagi.
Dgn posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yg sdh keras dan kencang, perlahanlahan aku mulai memompa dgn menaik turunkan pantatku, melihat pemandangan seperti itu Mas Nanang langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yg terbiar menantang.
Oh.. Sungguh luar biasa sensasi yg timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan meqiku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Nanang kurapatkan ke selangkanganku sementara Ikbal terus menyodokku dari bawah.
Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!
Ikbal menggeram karena k0ntolnya kucengkeram dgn denyutan meqiku yg makin kuat,. Dan dgn sambil meremasremas buah dadaku kurasakan k0ntol Ikbal dalam meqiku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku mau keluar..
Dipilinya putingku sambil menyodokku dari bawah kuatkuat sementara Mas Nanang melumat klitorisku aku benarbenar tdk bisa menggambarkan kenikmatan yg kudapat ketika k0ntol Ikbal menyemburkan air maninya ke dalam meqiku bersamaan orgasmeku dan hisapanhisapan pada klitorisku.
Belum selesai sensasiku Mas Nanang menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Nanang dia mau memompaku kalau aku sdh orgasme katanyaenak sekali keIkbalnkeIkbaln meqiku kalau orgasme.
Aku mengambil posisi nungging dgn bertumpu pada kedua paha Ikbal pas k0ntolnya yg berlendirlendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara MasNanang mulai memasukkan k0ntolnya yg meskipun tdk panjang tp kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasi yg lebih hebat lagi ketika Mas Nanang mulai memompaku dari belakang.
Hampir saja kugigit k0ntol Ikbal kalau saja Ikbal tdk berteriak, mengaduh. Entah aku merasa tdk kuat lagi menahan ledakankanku yg berikutnya dan segara saat k0ntol Mas Nanang mulai berkedutkedut akan menyemburkan air maninya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dan aahh dgn teriakan panjang Mas Nanang menyemprotkan air maninya ke dalam meqiku.
Aku segera berbalik untuk membersihkan k0ntol Mas Nanang, rasa air mani dua orang lakilaki yg bercampur membuat lidah merasa aneh danasing. Kami terkulai lemas tp aku merasa lapar dgn tetap bugil akukedapur untuk masak kulihat dua orang lakilaki itu berpelukan saling menepuk punggung.
Gimana dik? lamat lamat kudgn suara Mas Nanang menanyakan kesannyapada Ikbal.
Wah nikmatluar biasa Mas, aku nggak nygka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat, pantas Mas Nanang tdk pernah jajan, timpal Ikbal.
Begini aja dik, Dik Ikbal nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tp janji Dik Ikbal nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Ikbal jajan, sambung Mas Nanang.
Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun hanya sekali selebihnya aku pake alat, lanjut Ikbal.
Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..cerit ngentot istri
Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yg diomongin aku langsung protes nglendot di pangkuan Mas Nanang.
Tp Mama setujukann.. tanya suamiku.
Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmmmmmm sengaja kubuatbuat jawabanku aku ingin melihat reaksi Ikbal.
Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak papa kok Mbak Ikbal memelas.
Habis.. Habis.. Habis jawabku nggak kulanjutkan.
Habis apanya Mbak? Ikbal panasaran.
Habis.. Nikmat hihihihihihihi jawabku sambil cekikikan.
Ikbal langsung menubrukku yg masih dipangkuan Mas Nanang, tanpa sungkan lagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat k0ntolnya sdh ngacung.
Eh.. Makan duluu.. Ah aku udah lapar nih.. Nasi goreng sdh masak tuh di meja pintaku.
Ikbal menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Nanang mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yg berhimpitan satu berbulu yg satu agak licin.
Cerit sex hot, Mereka dgn sabar bergantian menyuapi aku. Aku benarbenar bahagia mereka berdua sekarang suamiku, yg siap memuaskanku.
Selesai makan, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi air mni yg kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.
Tak lama kemudian kulihat mereka berdua beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan usapan lembut sebuah tangan dgn bulubulu halus menelusuri pantatku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus meqiku.
Aku sdh bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Ikbal lah yg sedang mengelus belahan meqiku, dan Mas Nanang mengelus batang k0ntolnya, sambil mulutnya menciumi dadaku.
Sambil berubah posisi dgn setengah duduk di depanku Mas Nanang siap dgn selangkanganku yg terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yg sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Ikbal tdk tinggal diam buah dadaku yg menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.
Ikbal merubah posisinya dgn duduk di meja rias dgn k0ntol siap dimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya k0ntol Ikbal yg ternyata ada dua kepalan tanganku dgn kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Nanang. Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocokkocok.
Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yg tdk terlalu lama gerakan Ikbal tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Nanang yg sedang mengulum klitorisku dibawah meja pada saat itulah Ikbal menghentak hentakkan pinggul dan menyorongnyorongkan k0ntolnya dimulutku dan.. Creett.. Creett.. Creett..
Baca juga : Cerita Porno Bu Hesti Yang Baik Hati
Air mani Ikbal memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apaapa. Ikbal terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Nanang sekarang menindihku semetara Ikbal mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.
Mas Nanang sdh terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yg sdh melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.
Aku mulai on lagi dan otototot vaginaku mulai berdenyutdenyut tp tibatiba Mas Nanang menghentikan kocokannya, dan mencabut k0ntolnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tdk ingin selesai sekarang, aku masih berharap Ikbal bangkit lagi setelah istirahat.
Aku ingin Ikbal memompaku dulu baru Mas Nanang yg mengakhiri puncaknya. Tp Mas Nanangminta aku dan Ikbal melakukan 69 dgn posisi Ikbal dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Nanang menusukku dari belakang dan Ikbal ganti yg ngenyot klitorisku.
Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil meqiku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yg menyerbu lubang meqiku. Denyutandenyutan mencengkeram makin keras dan ini yg paling disukai Mas Nanang
Kemudian kurasakan Mas Nanang mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Ikbal tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke meqiku disela k0ntol Mas Nanang. Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.
Tanpa menunggu waktu lagi Mas Nanang mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sdh berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar.
Mas Nanang merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yg panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan air maninya.. Creett.. Creett.. Creett tp aku belum orgasme.
Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Pada saat yg sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam k0ntol Ikbal kuatkuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama Mas Nanang mendapat perlakuan begitu Ikbal juga orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yg kedua kali. Kenikmatan yg luar biasa. Walaupun permainan sdh berakhir tetapi Mas Nanang tdk mau mencopot kemaluanku dari meqiku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan meqiku.
Pah.. Aku sdh nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Ikbal kita tindih
Malam ini adalah malam pertama aku merasakan k0ntol orang lain selain punya Mas Nanang apalagi k0ntolnya lebih panjang, sebuah pengalaman yg sangat memuaskanku.
Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yg kualami bersama ke dua suamiku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Ikbal minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anakanaknya sering diajak untuk bersamatinggal dikotaku saat libur agar tdk bolakbalik.
Saat Ikbal ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Nanang dan Ikbal kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dgn salah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.
Pembaca orisex.com kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar tdk ada rasa cemburu dan yg hebat anda akan dimanja seperti diriku. Nggak percaya cobalah.
Pengalaman ini benarbenar nyata kami telah 5 tahun bersama tp kasih sayang merekasangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi.