Loading...
Tampilkan postingan dengan label cerita seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita seks. Tampilkan semua postingan
Nafsu Birahi Ku Di Temanin Om Ku Yang Perkasa

Nafsu Birahi Ku Di Temanin Om Ku Yang Perkasa

Maret 28, 2019

Begitu perkasanya Om ku malam itu. Aku disetubuhinya habis-habisan hingga aku mencapai
puncak kepuasan yang sangat aku inginkan. Aku sangat mendambakan seseorang yang sangat
bisa memuaskan aku, karena nafsuku yang besar. Sebut saja namaku Astrid, aku memiliki
tubuh yang sangat bahenol dan semok. Namun aku juga memilki nafsu yang sangat besar,
sekali aku diberi sentuhan, aku pasti langsung menggila dengan perlakuan Sex ku dengan
lawan seranjangku. Namun sampai saat ini aku hanya mendapatkan yang biasa-biasa saja dan
belum bisa memuaskan nafsuku hingga akhirnya Om ku lah yang mampu memberikan semua yang
aku dambakan.


លáž‘្ធផល​រូáž”ភាáž–​សម្រាáž”់ cerita seks om
Aku tinggal dirumah Om ku sudah lumayan lama, karena kedua orang tuaku diluar negri, jadi
aku dititipkan kepada Om dan Tanteku. Selama tinggal dirumah Om ku, aku mengetahui kalau
om dan tante sering bertengkar, dan jika sudah bertengkar mereka berdua saling pergi
sendiri-sendiri dan tak lagi saling menyapa. Itu merupakan hal biasa yang aku lihat
sehari-hari. Dengan om dan tanteku yang sering tidak dirumah, aku menjadi sangat bebas,
dan pergaulanku juga yang bebas membuatku semakin Binal. Aku sering dugem dan pulang
hingga dini hari, kalau om dan tanteku keluar kota aku juga sering membawa teman cowoku
kerumah untuk memuaskan nafsu Sex ku yang membara tanpa sepengetahuan om dan tanteku.
Waktu itu pagi hari aku mendengar om dan tanteku bertengkar hebat, hingga akhirnya mereka
berdua pergi dan sunyilah rumah yang selalu dihiasi dengan pertengkaran itu. Setelah aku
selesai beres-beres, kemudian aku pun berangkat kuliah dengan mobil yang diberikan oleh Om
ku. Setelah perkuliahan selesai aku pun tak langsung pulang karena dirumah pasti juga sepi
gak ada orang karena pertengkaran om dan tante tadi pagi. Aku pun nongkrong dicafe dengan
teman-temanku hingga akhirnya setelah aku dan teman-teman merasa bosan menujulah aku
kesebuah tempat dugem. Suasana ramai dugem membuatku tenang hingga akhirnya aku minum
alcohol, namun belum sampai aku mabok aku merasa ada yang mengganjal dan aku putuskan
untuk pulang.
Sesampai dirumah, suasana sangat sepi sekali. Aku menduga kalau om dan tante pasti gak
pulang. Aku merasa sangat haus sekali lalu Menujulah aku kebelakang untuk mengambil
minuman yang ada dikulkas. Namun saat aku membungkuk aku sangat dikagetkan dengan
kedatangan seseorang ku yang tiba-tiba langsung memelukku dari belakang. Setelah aku
menengok kebelakang ternyata Om ku yang memelukku, aku gak tau dari mana datangnya dan.
“Kamu dari mana Trid”.
“Dugem sama teman-teman om”, jawabku.
“Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Kamu nge drug ya juga ya Trid”, kata om
lagi sambil tetap memelukku dan mengajak aku duduk,
“Duduk yuk”. Dia menyalakan lampu disebelah sofa, sehingga ruang menjadi lebih terang.
“Enggak sampe pake obat kok om, cuma kebanyakan minum”, jawabku. Saat itu aku pake pakaian
dugemku, tank top ketat dan celana super pendek. Belahan tanktop ku rendah sehingga
toketku selalu mau loncat keluar kalo aku membungkuk. aku duduk disebelah om sambil
menuangkan air dingin ke gelas sambil menawarinya.
“Om mau minum?” Dia diam saja, matanya menelusuri toket dan pahaku. Aku juga bisa mencium
bau alkohol dinapasnya, ternyata om baru minum bir, karena dimeja dekat sofa tergeletak
beberapa kaleng bir kosong.
“Om minum juga, ngilangin stres ya om”, kataku. Dia diam saja, tangannya memelukku.
“Dugemnya dilanjutin sama om yuk”, katanya sambil mencium pipiku.Cerita Dewasa Terbaru

Aku memberontak, tapi dia mempererat peukannya, aku tenggelam dipelukannya. Dia mulai
menciumi leherku, daerah yang paling sensitif di tubuhku. Aku mulai menggeliat akibat
ciumannya. Tiba2 dia melepaskan pelukannya, mukaku dihadapkan ke wajahnya dan dia langsung
mencium bibirku. Kembali tangan satunya segera memelukku dan tangan lainyya menyambar
toketku dan diremas2nya pelan. Aku menggeliat2, napsuku langsung naik, apalagi aku masih
berada dalam pengaruh ringan alkohol, “Om…”. Lupa bahwa yang memelukku adalam suami
tanteku.
Tubuhnya bergeser merapat, bibirku terus dilumatnya. Aku mengulum bibirnya yang tebal dan
ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah dimulutku,
kurasakan tangan besarnya menyelusup kedalam tank topku dan meremas toketku yang masih
terbungkus bra. Toketku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya
sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai
meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tank topku, leherku dikecup, dijilat kadang
digigit t. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku.
Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga toketku bebas
dari penutup. Bibirnya menelusuri pentil kiriku, disentuh dengan lidahnya dan dihisap.
Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan
tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin
berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah
selangkanganku. Memekku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai
akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana pendekku dan menarik celanaku ke bawah,
Tinggalah celana dalam miniku ku yang tipis yang memperlihatkan jembutku yang lebat,
saking lebatnya jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu.
Jembutku lebih terlihat jelas karena celana dalam ku sudah basah oleh cairan Memekku yang
sudah banjir. Dibelainya celah Memekku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku
karena ketika dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah Memekku
dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian celana dalam ku yang sudah basah
itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas cdku. Telanjanglah aku
dihadapan nya. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk
ke dalam Memekku.
Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali
dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke Memekku. Kali ini
diciumnya jembutku yang lebat dan aku rasakan bibir Memekku dibuka dengan dua jari. Dan
akhirnya kembali Memekku dibuat mainan bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku,
namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir Memekku
sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan Memekku. Hanya dalam beberapa
menit aku benar-benar tak tahan. Dan aku mengejang, dengan sekuatnya aku berteriak sambil
mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang
mulai menampakkan ubannya. Hebat om, hanya dengan bibir dan lidahnya saja aku sudah
nyampe. Dia terus mencumbu Memekku, rasanya belum puas dia memainkan Memekku hingga
napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Om, Astrid sudah pengen dientot.” kataku memohon
sambil kubuka pahaku lebih lebar. Dia pun bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan
dibawanya ke kamarnya.

Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya,
kemudian celananya. Aku terkejut melihat Penisnya yang besar dan panjang nongol dari
bagian atas celana dalamnya sampai hampir menyentuh pusernya, gak kebayang ada sebesar dan
sepanjang Penisnya. Kemudian dia juga melepas celana dalamnya. Sementara itu aku dengan
berdebar terbaring menunggu, Penisnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal
ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku
membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar Memekku menunggu masuknya Penis extra gede
itu.
Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir
Memekku mulai tersentuh ujung Penisnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai
kurasakan bibir Memekku terdesak menyamping. Terdesak Penis besar itu. Ohh, benar benar
kurasakan penuh dan sesak liang Memekku dimasuki Penisnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat
luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk Penisnya. Aku mendesah tertahan karena
rasa yang luar biasa nikmatnya.

Terus.. Terus.. Akhirnya ujung Penis itu menyentuh bagian dalam Memekku, maka secara
refleks kurapatkan pahaku. Sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia
terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku.
Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada Penis besar yang mulai dientotkan halus dan
pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Nafasku cepat sekali memburu,
terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan Penis besar
itu.Cerita Dewasa Terbaru

Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin
hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku
makin kuat. Dengan tusukan Penisnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang
goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya.
Memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar nikmat. Ohh, aku benar
benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan
dan kenikmatan.

“Om, Astrid nyampe om”. Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.

Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Telah dua kali aku nyampe dalam waktu
relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat.
Kubuka mataku, dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku
diremas-remas pelan.
Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta
tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali
dia memainkan Penisnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang
beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus memainkan Penisnya
dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram
lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak
kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam Memekku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi Memekku, hangat
sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.
Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku
sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Trid, kamu luar biasa, Memekmu peret dan nikmat sekali”, pujinya sambil membelai toketku.
“Om juga hebat. Bisa membuat Astrid nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Astrid
merasakan Penis raksasa”.
“Jadi kamu suka dengan Penisku?” godanya sambil menggerakkan Penisnya dan membelai belai
wajahku.
“Ya om, Penis om nikmat, besar, panjang dan keras banget” jawabku jujur.

Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut Penisnya, tapi
malah mengajak mengobrol sembari Penisnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia
menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang
bercampur dengan cairan Memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling
membelai, pelan-pelan Penis yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil
dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dia kemudian
memutar lagu classic sehingga tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-
benar aku terpuaskan.
Menjelang siang, aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali,
sambil membelai rambutku. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu
mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang
mengganjal Memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking
banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam Memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat,
aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni
punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.

Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang
dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat
tersenggol2 Penisnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya
sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-
usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-
usap pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh Memekku. Terasa
bibir luar Memekku bergesekan dengan Penisnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus
menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan
daging antara lubang pantat dan Memekku.

“Om nakal”, desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli
yang mengalir dari Memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali
sambil menyentuh bagian bawah bibir Memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh
menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar Memekku diusap-usap. Dia berulang
kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.

“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya.Cerita Dewasa Terbaru

Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di Memekku. Tapi ketika berdiri,
kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan
tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu
diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas
dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil
kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di
leherku. “Om, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.
Aku merasakan Penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena Penisnya
makin dalam terselip dipantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas
bijinya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia
mengusap usap jembut lebatku, lalu mengusap Memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip
di antara kedua bibir luar Memekku. Dia mengusap berulang kali. Itilku pun menjadi sasaran
usapannya.

“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan Penisnya makin kuat menekan pantatku.

Aku merasa lendir membanjiri Memekku. Aku jongkok agar Memekku terendam ke dalam air.
Kubersihkan celah diantara bibir Memekku dengan mengusapkan 2 jariku. Ketika menengadah
kulihat Penisnya telah berada persis didepanku. Penisnya telah ngaceng berat.

“Om, kuat banget sih, baru ngecret di Memek Astrid sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku
sambil meremas Penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.

Kukecup ujung kepala Penisnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati
kepala Penisnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya. Setelah
berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging
sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala Penisnya ke celah di antara
bibir Memekku.

“Argh!” rintihku. Dia menarik Penisnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali
perlahan-lahan pula. Bibir luar Memekku ikut terdorong bersama Penisnya. Perlahan-lahan
menarik kembali Penisnya sambil berkata
“Enak Trid”.
“Enaak banget om”, jawabku!” Dia mengenjotkan Penisnya dengan cepat sambil meremas bongkah
pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan Penisnya kembali menghunjam Memekku.

Aku terpaksa berjinjit karena Penis itu terasa seolah membelah Memekku karena besarnya.
Terasa Memekku sesek kemasukan Penis besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat
mememegang pinggulku dan dia memainkan Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras.
Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.

“Aarrgghh.., aarrgghh..! Om, Astrid nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian
kalinya.
Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.
“Aarrgghh.., Trid”, kata nya sambil menghunjamkan Penisnya sedalam-dalamnya.
“Om.., ssh ” kataku karena berulangkali merasa tembakan pejunya diMemekku.
“Aarrgghh.., Trid, enaknya!” bisiknya.
“Om, ssh! Nikmat sekali ya dientot om”, jawabku karena nikmatnya nyampe.

Dia masih mencengkeram pantatku sementara Penisnya masih nancep diMemekku. Beberapa saat
kami diam di tempat dengan Penisnya yang masih menancap di Memekku. Kemudian dia
membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran
air hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi.
Setelah selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai dengan
rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi.
Ternyata dia sudah menyiapkan makanan berupa roti dan isinya serta piza yang mungkin
dibelinya kemarin. Teh celup dan kopi intant serta creamernya menjadi pilihan minumannya.
Pizanya masih hangat, karena baru dipanaskan sebentar dengan microwave oven. Aku
dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan dan diiringi lagu lembut. Setelah aku
makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali
tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan,
diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya.

Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas toketku, kemudian tangannya
menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu
yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di
depannya dan ternyata Penisnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.
Kepala Penisnya sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai
dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ngacengnya langsung
aku kulum Penisnya. Aku memainkan kulup Penis yang tebal dengan lidahku.

Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala Penisnya tertutup kulupnya dan segera kukulum,
kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku
berputar masuk di antara kulup dan kepala Penisnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan
cepatnya Penisnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan
kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

“Om hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk om”, kataku yang juga sudah terangsang.

Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke
tempat tidur. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, dibukanya kakiku dan dia langsung
menelungkup di antara pahaku.Cerita Dewasa Terbaru

“Aku suka melihat Memek kamu Trid” ujarnya sambil membelai jembut jembutku yang lebat.
“Mengapa?” “Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar, kalau
dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”.
Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir Memekku. Kadang-kadang dicubit pelan,
ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka Memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang
melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir Memekku, aku
makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari Memekku. Dia terus
memainkan Memekku seolah tak puas-puas memperhatikan Memekku, kadang kadang disentuh
sedikit itilku, membuat aku penasaran.

Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat
pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang Memekku yang
sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk Memekku,
dan saat dihisapnya itilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku,
benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.

“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong
om, Astrid pingin dientot lagi” ujarku.

Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan Penis gedenya ke arah
Memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang Penisnya untuk diarahkan dan
diselipkan di antara bibir Memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala
Penisnya telah menyentuh di antara bibir Memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya.
Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala Penisnya mulai menyelinap di antara bibir Memekku
dan menyelusup lubang Memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia
mulai mencium bibirku. Makin kedalam.. Oh, nikmat sekali.

Kurapatkan pahaku supaya Penisnya tidak terlalu masuk ke dalam. Dia langsung menjepit
kedua pahaku hingga terasa sekali Penisnya menekan dinding Memekku. Penisnya semakin
masuk. Belum semuanya masuk, dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar
pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya
aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan
hentakan agak keras, dipercepat gerakan memainnya hingga aku kewalahan. Dan dengan
hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat
menciumi leherku.

Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak tahan aku berteriak,
terus dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak
kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima
rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia
pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku
bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku
tidak menyesal ngentot dengannya, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam main, dia
dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya
menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya
kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan Penisnya. Kali ini aku ingin lebih
menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus
menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang toketku setiap kali bergeseran mengenai
pentilku. Dan Penisnya dipompakan dengan cepat sekali, bibirnya menjelajah leher dan
bibirku.

Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku
berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai
apa saja yang kudapat. Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan Penisnya makin
cepat. Gesekan di dinding Memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali
ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh Penis Penisnya serta digoyang-
goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku.

Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar
seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terara nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia
dengan cepat memain lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang
lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan.
Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas
tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan Penisnya dari
Memekku. Dan kuraih Penisnya. Tanpa pikir panjang, Penis yang masih berlumuran cairan
Memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup
di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali Memekku yang berlumuran cairan jadi
mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian Penisnya.

Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku nyampe. Dihisapnya itilku sambil ujung
lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku
dan kurapatkan pinggulku agar bibir Memekku merapat ke bibirnya. Ingin `ku berteriak tapi
tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat Penisnya dan
kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.
“Trid, aku mau ngecret, di dalam Memekmu ya”, katanya sambil menelentangkan aku.
“Ya, om”, jawabku.

Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, Penisnya yang besar sudah kembali
menyesaki Memekku. Dia langsung memain Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam
beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat
sehingga Penisnya nancap semuanya ke dalam Memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot,
pejunya ngecret dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecretnya yang ketiga masih
saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil
memelukku erat2.

“Trid, nikmat sekali ngentot sama kamu, Memek kamu kuat sekali cengkeramannya ke Penisku”,
bisiknya di telingaku. “Ya om, Astrid juga nikmat sekali, tentu saja cengkraman Memek
Astrid terasa kuat karena Penis om kan gede banget”
“Rasanya sesek deh Memek Astrid kalau om neken Penisnya masuk semua. Kalau ada kesempatan,
Astrid dientot lagi ya om”, jawabku
“Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra

Cerita Seks Terpanas Perawan Anak Langgananku

Cerita Seks Terpanas Perawan Anak Langgananku

Maret 26, 2019
Perawan Anak Langgananku - Perkenalkan namaku Wira, umurku 32 tahun dan aku bekerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa perbaikan parabola. Aku sudah bekerja di perusahaan itu kurang lebih 2 tahun dan selama itu juga aku sudah mendapatkan banyak pelanggan. Mungkin karena aku ramah dan servisku yang baik maka para pelangganku selalu saja menghubungiku tiap kali parabolanya rusak.

Kali ini aku akan menceritakan pengalaman pribadiku dengan anak pelangganku yang bernama Anggita. Gadis muda yang berumur sekitar 15 tahun. Anggita adalah anak dari pelangganku yang bernama bu Erna. Gadis kecil yang manis, cantik dan juga sangat ganas dalam berhubungan seks. Langsung saja keceritaku.


Waktu itu kalau tidak salah hari sabtu aku mendapatkan sebuah telpon dari Ibu Erna pelangganku. Bu Erna menyuruhku segera ke rumahnya untuk memperbaiki parabolanya yang rusak karena hujan deras tadi malam. Karena aku juga sudah dekat dengan bu Erna, maka aku segera menuju rumahnya.

Tak berapa lama kemudian, akhirnya aku sampai dirumah bu Erna dan disana aku disambut oleh seorang anaknya yang bernama Anggita. Karena bu Erna sudah menjadi langgananku, maka aku langsung disuruh masuk kedalam rumahnya.

Saat itu kulihat suasana rumah bu Erna sangat sepi sekali hanya ada Anggita yang dirumah dan masih menggunakan seragam sekolahnya. Dan kulihat Anggita juga baru saja pulangdari sekolahnya.

“Ibumu pulang jam berapa Gita..?” tanyaku.

“Biasanya sih sore sekitar jam setengah 6’an gitu..” jawabnya.

“Owh…tadi om disuruh kesini buat betulin parabola di rumahmu. Apa masih gak keluar gambarnya..?” tanyaku.

“Iya om.. sampai Anggita gak bisa nonton film kesukaan Anggita, rugi deh jadinya..” jawab Anggita.

Sebentar yah, om betulin dulu parabolanya..” balasku.

Kemudian aku segera naik keatas genteng dan singkat kata kurang lebih 15 menit saja aku sudha bisa membenarkan posisi parabola yang tergeser karena tertiup angin kencang tadi malam.

Naaah, awal pengalamanku bermula saat aku mau turun dari genteng, lalu minta tolong pada Anggita untuk memegangi tangganya. Ketika itu Anggita sudah ganti baju sergamnya dengan kaos oblong ala Bali. Kedua tangan Anggita terangkat ke atas memegangi tangga, akibatnya kedua lengan kaosnya merosot kebawah dan ujung kerahnya yang kedodoran membuka sangat lebar.

Pembaca pasti ingin ikut melihat karena dari atas pemandangannya sangat jelas terlihat. Ketiak Anggita ditumbuhi bulu-bulu tipis sangat sensual sekali, kemudian dari ujung kerahnya kulihat gumpalan toketnya yang kencang dan putih mulus yang membuat batang penisku seketika berdenyut dan mulai mengeras. Sebuah pemandangan yang sangat membuatku terangsang.
Maret 26, 2019
Perawan Anak Langgananku - Perkenalkan namaku Wira, umurku 32 tahun dan aku bekerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa perbaikan parabola. Aku sudah bekerja di perusahaan itu kurang lebih 2 tahun dan selama itu juga aku sudah mendapatkan banyak pelanggan. Mungkin karena aku ramah dan servisku yang baik maka para pelangganku selalu saja menghubungiku tiap kali parabolanya rusak.

Cerita Sex Berawal Dari Celana Dalam Vita

Maret 22, 2019
Saya sendiri sudah bekerja dan juga berasal dari Universitas yang sama. Secara keseluruhan, pacarku sangat baik, setia dan cantik tetapi masih konvensional (tidak akan berhubungan seks sebelum menikah secara resmi). Sebaliknya, sebagai lelaki normal saya termasuk golongan yang memiliki libido tinggi. Sementara ini saya hanya bisa memuaskannya dengan ber masturbasi sambil membayangkan bersetubuh dengan pacarku. 


Suatu saat keadaan berubah 180 derajat. Setelah pulang kerja, saya langsung mengunjungi kostan pacarku (‘Sisca’ namanya).
Mengunjungi kostannya bagaikan masuk kedalam sebuah alam erotis. Ada sekitar 8 penghuni kost yag terdiri dari mahasiswi tingkat 1 sampai 4 (saat ini Sisca telah sampai tingkat 4). Salah satu penghuninya yang berkamar di lantai 3 menarik perhatianku, namanya Vita. Setelah melihatnya kadang kala aku membayangkan bersetubuh dengannya juga, sampai pada akhirnya aku memiliki ide gila dan nekat muncul tiba-tiba dibenakku.dari sini lah awal petualangan seksku dimulai.
Aku memberanikan diri dan memutuskan mencuri celana dalam Vita. Telah beberapa kali aku bersama Sisca pacarku naik ke lantai 3, dilantai ini ada rak khusus yang digunakan pembantu kostan untuk mengumpulkan pakaian kotor yang akan dicuci,beruntungnya rak tersebut dinamai sesuai dengan pemilik baju supaya tidak saling tertukar (dan lebih memudahkanku mencari sasaran yang aku idamkan)
Tak berapa lama niatanku muncul tiba-tiba aku mendengar suara gadu yang berasal dari gerombolan anak-anak kost yang akan keluar untuk makan malam dan kebetulan juga Sisca sedang mandi, yang biasanya membutuhkan waktu 15-25 menit. Bagai gayung bersambut akupun mamberanikan diri melaksanakan niatku dengan jantung yang berdebar keras dan keringat yang bercucuran karena perasaan was-was. Terdapat 3 celana dalam yang berbahan licin dan halus diantara tumpukan baju yang ada di keranjang.
Tanpa pikir panjang langsung aku ambil yang berwarna kulit (yang satu berwarna pink dan sisanya berwarna sama). Secara spontan aku tempelkan pada wajah dan ku hirup bagian yang bersentuhan langsung dengan vaginanya. Sayangnya saat itu yang aku cium hanyalah aroma pewangi pakaian, tetapi tidak mengurangi rasa hornyku. Secepatnya aku masukkan CD tersebut kedalam kantung celana karena takut dipergoki dan tak terbayang rasa malu yang akan aku alami jika hal itu terjadi dan langsung aku meninggalkan TKP dan langsung menuju kamar Sisca yang berada di lantai 2.
Setelah selesai berkencan dengan Sisca, aku langsung meluncur menuju kontrakkan dan langsung menuju kamar mandi. Langsung aku keluarkan CD milik Vita dan mempeloroti celana dan CD yang aku pakai. Kont0lku yang sepanjang perjalanan pulang tadi sudah menegang membayangkan CD tersebut langsung kutempelkan dengan posisi sisi dalam CD yang bersentuhan langsung dengan vagina Vita bertemu dengan ujung kont0lku, yang tentu saja sebelumnya aku tempelkan CD tersebut di hidungku dan ku hirup dalam-dalam sambil membayangkan sedang mencium vagina Vita secara langsung.
Secara perlahan aku gesek-gesekan CD tersebut dan mulai mencoli kont0lku. Meskipun awalnya terasa agak perih pada penisku tapi lama kelamaan hilang seiring keluarnya cairan pra-ejakulasiku. Irama masturbasi aku percepat dan aku langsung merasakan getaran-getaran listrik yang erotis terus meambombardir syaraf-syaraf kont0l dan otakku. Akhirnya aku hampir merasakan orgasme. Tanganku yang satunya langsung menyikap sebagian dari CD tersebut untuk mengeluarkan kont0lku. Sebenarnya aku ingin mengeluarkan cairan orgasmeku pada CD Vita, tetapi langsung aku urungkan karena takut meninggalkan jejak.
Tak berapa lama aku mengalami orgasme yang luar biasa sensasinya karena baru sekali ini aku melakukannya dengan CD kepunyaan Vita. Setelah beberapa saat aku menikmati sensasi tersebut aku langsung melanjutkan dengan mandi dan tak lupa sebelumnya aku mencium CD Vita dan menaruhnya kmbali di dalam kantung celanaku.
Keesokan harinya aku kembali ke kost Sisca dan mengembalikan CD tersebut,tentunya setelah aku merasa keadaannya kondusif dan aman. Kegiatan ini terus berlanjut selama hampir seminggu dan tentu saja dengan CD Vita yang berbeda. Suatu saat aku dikejutkan dengan aroma CD Vita yang sebelumnya hanya tercium wangi dari pengharum pakaian. Ketika itu aku menghirup aroma yang berbeda dan aku yakini sebagai aruma cairan vagina milik Vita yang tentu saja membuat kont0lki seketika tegang dan libidoku menanjak. Jantungku langsung berdebar kencang karena kegirangan mendapatkan rejeki nomplok tersebut.
Terbersit dipikiranku apakah hal ini disengaja atau tidak. Tapi aku tidak memperdulikannya dan langsung ber-masturbasi dengan sensasi berbeda dan tentu saja lebih indahdan menggetarkan. Kali ini aku tenggelam dalam kenikmatan sampai-sampai cairan orgasmeku tumpahruah dalam CD Vita.
Keesokan harinya aku kembalikan CD tersebut kadalam keranjang dan menggantikannya dengan yang lain. Tetapi lagi-lagi CD tersebut mengeluarkan aroma yang sama. Tidak terlihat perubahan pada sikap dan ekspresi pada wajah Vita ketika kami saling bertemu pandang. Keesokan harinya aku dikejutkan dengan CD Vita yang benar-benar masih basah dan aromanya masih segar dan memabukkan, seperti Vita baru saja melakukan masturbasi dan membiarkan aku menemukannya masih dalam keadaan basah. Pikiranku langsung dikuasai dengan hawa nafsu dan langsung saja aku menuju kamar mandi yang letaknya bersebrangan dengan kamar Vita untuk ber-masturbasi.
Baru saja aku mulai untuk ber-masturbasi, tiba-tiba terdengar ketukkan pintu pada kamar mandi. Aku terkejut dan dengan cepat memasukkan CD Vita kedalam celana dan berpura-pura menyiram closet. Ketika aku buka pintu ternyata Vita sedang berdiri di depan kamar mandi dan berdiri tepat dihadapanku seperti sedang menghalangku untuk pergi. Vita langsung mendorongku kembai masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci kamar mandi itu dari dalam (posisi Vita sekarang berada di dalam kamar mandi bersama denganku).
Keringat dingin langsung bercucuran dari tubuhku. Dengan cepat tangan Vita langsung berusaha merogoh kedua kantong celanaku tanpa bisa aku cegah, dan akhirnya dia menemukan celana dalam miliknya yang aku “pinjam”. “Aku sudah tau … Kak andre pelakunya” ungkap Vita.
Tiba-tiba Vita langsung mengambil posisi jongkok menghadap ke arahku yang mematung karena masih kaget dan langsung membuka bawahanku tanpa menyisakan sehelai benangpun. Kont0lku yang sempat lemas karena shock langsung diia belai dengan tangannya yang halus dan sesekali mengocoknya dengan perlahan. Menerima perlakuan tersebut kont0lku langsung bereaksi dan langsung menegang.
Setelah mencapai ketegangan maksimal, mulut Vita sedikit terbuka dan nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus sambil kedua tangannya dengan perlahan tapi pasti terus mempermainkan kont0lku. Aku merasa bahwa inilah saatnya merasakan vagina Vita yang sebenarnya,lagipula aku yakin Vita bukan lagi seorang gadis perawan dari caranya memperlakukan kont0lku.
Aku langsung memberi isyarat agar Vita berdiri dan langsung aku bertatapan dengan wajahnya yang mengekspresikan bahwa dia sangat menginginkannya. Tanpa pikir panjang aku langsung mencumbu bibirnya yang mungil dan kedua tanganku langsung menyikap bagian bawah dasternya,dimulai dari pertengahan paha dan ternyata Vita sudah tidak mengenakan CD lagi.
Pantatnya yang lembut dan kenyal langsung kuremas-remas dan demi menghemat waktu tanganku langsung kupindahkan menuju vaginanya yang sedaritadi sudah basah oleh cairan vaginanya. Tanganku yang satunya lagi langsung menjamah payudaranya (juga tanpa BH) yang kira-kira berukuran 36c. Kuremas-remas payudaranya dan klirotisnya pun mendapatka pelayanan istimewa dari jemariku.
Tubuh Vita tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada kont0lku. Langsung aku senderkan Vita pada dinding kamar mandi, kuangkat kakikirinya dan langsung ku tuntun kont0lku menuju vaginanya yang sudah terbuka lebar. Ketika ujung kont0lku berada di bibir vaginanya yang sudah basah dan terasa hangat, aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan aku dorong masuk kont0lku, terasa agak seret meskipun vaginanya sudah basah oleh cairan kenikmatannya dan akhirnya kont0lkupun masuk setengahnya mengisi vagina Vita. Mulut Vita terbuka lebar sembari matanya terpejam merasakan kenikmatan kont0lku.
Dengan perlahan ku keluar-masukkan kont0lku kedalam vaginanya yang kini sudah bisa terbenam seluruhnya kedalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding vaginanya berdenyut-denyut dan rasanya kont0lku seperti dipijit-pijit oleh vaginanya, sampai akhirnya aku melihat jam tangan dan aku teringat kepada Sisca yang selesai mandi, tersisa kira-kira 10 menit sebelum Sisca selesai mandi.
Vita memelukku dengan erat dan aku pun menyetubuhinya dengan perlahan sambil merasakan setiap tarikkan dan dorongan kont0lku,aku merasakan sensasi erotis yang sangat nikmat. Irama aku percepat dangan sesekali aku menghentakkan kont0lku dengan kerassehingga membuat Vita mengerang meskipun agak sedikit ditahan mencegah suaranya terdengar sampai keluar. Aku makin bernafsu setelah sekitar 3 menit Vita sudah mencapai orgasmenya yang pertama sehingga vaginanya terasa hangat karena cairan orgasmenya.
“kont0l kamu besar dan kuat sekali…” bisik Vita sambil terus menikmati persetubuhan ini.
“memang kamu belum pernah ngerasain yang segede ini?”
Dia menggeleng, “punya cowokku kecil dan kurus…”
“jadi lebih enak mana?” tanyaku
“jelas kont0lmu,rasanya lebih nikmat..”
Setelah selesai menikmati sisa-sisa orgasmenya,Vita langsung melepaskan diri dari dekapanku dan langsung berlutut di hadapan kont0lku. Lidahnya langsung menjulur dan menyapu sepanjang batang kont0lku yang masih basah oleh cairan orgasmenya. Dengan cekatan Vita menjilati kont0lku dan mengulum kepala kont0lku yang memerah.
Mulutnya yang terasa hangat dan permainan lidahnya yang liar membuat kont0lku berdenyut-denyut dan untuk beberapa saat dia hanya mengulum kepala kont0lku sampai akhirnya aku benamkan kepalanya sehingga kont0lku masuk seluruhnya kedalam mulutnya yang hangat.
Vita yang seakan mengerti apa yang aku mau langsung melahap seluruh batang kont0lku dengan ganas, meskipun ia mengalami sedikit hambatan karena panjangnya kont0lku. Setelah mulutnya beradaptasi dengan kont0lku aku pun mulai menggerak-gerakkan pantatku maju-mundur mengimbangi permainannya dan akhirnya aku mengalami orgasme yang membuat Vita agak tersedak karena aku menghentakkan kont0lku dengan keras karena merasakan kenikmatan orgasmeku.
Dengan cepat Vita mengeluarkan kont0lku dari mulutnya dan membuka lebar mulutnya untuk menampung cairan orgasme dari kont0lku. Setelah selesai Vita langsung menelan cairan tersebut tanpa tersisa dan seketika kont0lku pun kembali di kulum dan di sedotnya sehingga tidak tersisa lagi cairan orgasme yang sedikit tercecer di batang kont0lku.
Kusuruh Vita untuk berdiri dan ia langsung menatapku dengan ekspresi puas dan nakal, senyumnya yang manja mambuatku horny lagi. Setelah salingmerapihkan pakaian masing-masing Vita menyelipkan kertas yang berisikan nomer hp’nya.
“besok, jangan ambil celana dalamku lagi..”
Sempat timbul rasa kecewa dalam hatiku
“langsung saja..” terang Vita,sambil menempelkan tanganku ke arah vaginanya sambil tersenyum manja.
Setelah kejadian ini,hampir tiap hari kami bercinta kilat didalam kamar mandi lantai 3. Vita menjadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu karena tak bisa kudapatkan dari pacarku sendiri demikian juga Vita yang terlanjur kecewa dengan kont0l pacarnya yang dia anggap terlalu kecil dan Vita terlanjur menyukai kont0lku yang besar dan kuat,meskipun kami saling mencintai pasangan masing-masing.

Hot Nikmatnya Sampai Langit Tujuh

Maret 19, 2019

Lakilaki yg sekarang menjadi suamiku adalah teman sejak di bangku SMA dan sekarang sdh sah menjadi suamiku, sasat ini usiaku 38 tahun sedangkan suamiku berusia 40 tahun kami sdh mempunyai anak yg sdh remaja dan kuliah di luarkota jadi sekarang rasanya sepi dirumah cuma ada aku dan suamiku, hidup kami berkecupan walaupun suamiku hanya sebagai karyawan PMA.
Aku sendiri cukup waktu dan uang untuk merawat diri, sehingga meskipun aku tdk cantik namun orang bilang aku ini tdk mboseni kalau dipandang suamiku bilang aku memang tdk cantik tp ayu apalagi kalau lagi orgasme tinggiku, badanku 160 cm dgn berat badan 56 kg lumayan gemuk orang bilang tp buah dada montok sekali dgn puting yg merekah.
Suamiku suka olah raga tenis dan golf kalau badan tdk terlalu tinggi 165 cm tp cukup atletis dgn berat 63 kg. Untuk urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yg kedua.
Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul pada suamiku untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar kosong. Akhirnya suamiku sepakat dia yg cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yg biasa bolakbalik Jakarta ke kotaku untuk urusan pekerjaan di kotaku. Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai 2 minggu.
Namanya Ikbal (nama samaran) tinggi badan 176 cm dan berat 76 kg besar dgn kulit putih tp wajah arab kayak Omar Syarif dgn bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun. Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena usianya baru 38 tahun.
Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Ikbal juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya. Untuk seharihari setelah berjalan tiga bulan kami semakin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika kami ngobrol habis makan malam.
Ajaklah Isterimu jalanjalan kemari Dik Ikbal, celetuk suamiku,
Biar dia kenal mbakyumu lanjutnya, Dik Ikbal hanya diam dan menghela napas panjang.
Ada apa.. Ada yg salah? lanjut Mas Nanang melihat gelagat yg kurang enak.
Mmm.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku sdh meninggal tiga tahun yg lalu dirumah cuma ada anakanak dgn pembantu saja jawabnya dgn mata berkacakaca.
Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anakanak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun. Sejak itu kami lebih dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.
Akupun merasa Dik Ikbal makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yg cantik. Bahkan seharihari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Ikbal seolah mau memelukku dan bahkan sembunyisembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.
Demikian pula sebaliknya Mas Nanang seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori, Ooo mabkyumu itu biar STW tp malah tambah punel (maksudnya meqinya) lho Dik Ikbal kalau sdh begitu aku yg merah padam, tp untungnya hanya kami bertiga.
Seperti kebiasan kami, Setiap hari libur kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tdk terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.
Entah apa sebabnya Mas Nanang hari itu dgn manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Ikbal setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Kulihat Mas Nanang sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Ikbal.
Aku sebenarnya agak kikuk tp karena sdh seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Ikbal sdh sering melihat kemesraan kami seharihari dirumah. Kulihat Dik Ikbal acuh saja melihat tingkah laku Mas Nanang. Malah akhirnya Dik Ikbal mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.
Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Ikbal bersandar didinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedang Mas Nanang tiduran di pahaku. Acara yg ditaygkan kebetulan agak menyerempetnyerempet hubungan suami isteri. Kulihat Dik Ikbal tdk bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yg saat itu hanya terbungkus daster, aku purapura nggak tahu tp aku sempat melihat arah tengah celananya yg aku yakin sdh setengah ereksi.
Tibatiba Mas Nanang memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yg kukenakan, aku bingung.
Mas malu ah masa ada Dik Ikbal, protesku sambil melemparkan tangannya kasar.
Ah nggak apa apa, wong Di Ikbal juga pernah merasakan koq. sahut Mas Nanang sambil senyum penuh arti ke Ikbal.
Ikbal tersenyum kecut Aku melengos sebel tp jujur saja rabaan Mas Nanang membuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yg menusuk tulang.
Sementara Mas Nanang malah nekat dan kepalanya yg menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterku yg memang pendek makin tersingkap sehingga Ikbal makin leluasa melahap pahaku yg terbuka lebar..
Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih.. Ikbal bicara padaku.
Gila batinku aku benarbenar kaya kepiting rebus mendengar katakata Ikbal hampir saja aku tampar. Tp Mas Nanang malah menimpali,
Nggak papa, ya Mam? Kasihan khan Dik Ikbal sdh lama lho nggak merasakan sahutnya.
Pap!! apaapaan sih ini sahutku nggak kalah seru.
Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..! pintanya sambil mengedip ke Dik Ikbal.
Rupanya Ikbal tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dgn paksa. Aku ingin menolak tp Mas Nanang memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombangambing antara nafsu dan nilai yg ada dalam diriku tp aku makin terangsang, tanpa sadar malah kumiringkan tubuhku menghadap Dik Ikbal sehingga aku bisa berhadapan, melihat reaksiku tanpa segan Dik Ikbal menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Nanang tangannya sdh masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yg menjadi titik kelemahanku.
Mendapat serangan 2 orang sekaligus sensasiku semakin melambung tinggi ada kenikmatan yg luar biasa. Kucoba memberanikan diri meraba perut Ikbal dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.
Wow.. luar biasa rupannya sdh berdiri tegak dan tdk pakai celana dalam lagi tanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya. Ketika itu Mas Nanang melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Ikbal melepaskan pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan
Sedangkan Mas Nanang memiringkan tubuhnya yg bugil sebelah kanan (belakangku), sehingga dgn sendirinya k0ntol Mas Nanang yg sdh kencang menempel bokongku dan k0ntol Ikbal yg luar biasa panjang dan besar menempelpahaku karena Ikbal tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Nanang hanya merogoh meqiku dari belakang.
Ikbal menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Ikbal yg penuh dgn gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yg dilakukan Ikbal padaku tanpa menghiraukan Mas Nanang yg meremasremas bokongku, dan mengelus vaginaku yg sdh basah.
Aku mendesahdesah tak karuan karena keenakan dgn tangan kanannya Ikbal mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya dia sdh nggak tahan ingin memasukkan k0ntolnya ke meqiku.
Dituntunnya k0ntolnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkat aku sdh melayg kelangit ke tujuh menikmati k0ntol Dik Ikbal yg panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di vaginaku namun kenikmatan yg kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih meqiku.
Otomatis jepitan vaginaku makin jadi dan denyutandenyutan meqiku yg selama ini dipuja oleh Mas Nanang dirasakan oleh Ikbal.
Oh Mbak meqimu sungguh nimat, benarbenar punel Mbak bisik Ikbal sambil mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.
Sementara aku mengimbangi mengocoknya pelanpelan, Ikbal mendesah desah keenakan, kini wajah Ikbal menghadap ke arahku dgn matanya yg terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benarbenar melayg. Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Ikbal memompa meqiku aku mulai kesetanan mau meledak tp dia mulai mengendurkan pelukannya.
Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yg punya (Mas Nanang maksudnya) nggak kebagian bisik Ikbal padaku.
Ikbal melepaskan k0ntolnya dari meqiku pelanpelan terasa ada yg hilang dari selanggkanganku, Ikbal berdiri sambil membimbingku Mas Nanang masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tp ternyata kulihat Mas Nanangbegitu bahagia bahkan dia tersenyum. Kita main bersamaan ya Mas? ajak Ikbal pada suamiku.
Ikbal mengambil posisi duduk bersandar di sofa dgn paha mengangkang, tampak k0ntolnya yg besar panjang dan kokoh dgn topi baja yg mengkilat karena cairan meqiku berdiri seperti prajurit siap serbu
Kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dgn menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya. Perlahanlahan aku turunkan pantatku dan Ikbal membibing batang k0ntolnya untuk memasuki meqiku, bles, ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sdh nggak perih lagi.
Dgn posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yg sdh keras dan kencang, perlahanlahan aku mulai memompa dgn menaik turunkan pantatku, melihat pemandangan seperti itu Mas Nanang langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yg terbiar menantang.
Oh.. Sungguh luar biasa sensasi yg timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan meqiku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Nanang kurapatkan ke selangkanganku sementara Ikbal terus menyodokku dari bawah.
Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!
Ikbal menggeram karena k0ntolnya kucengkeram dgn denyutan meqiku yg makin kuat,. Dan dgn sambil meremasremas buah dadaku kurasakan k0ntol Ikbal dalam meqiku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku mau keluar..
Dipilinya putingku sambil menyodokku dari bawah kuatkuat sementara Mas Nanang melumat klitorisku aku benarbenar tdk bisa menggambarkan kenikmatan yg kudapat ketika k0ntol Ikbal menyemburkan air maninya ke dalam meqiku bersamaan orgasmeku dan hisapanhisapan pada klitorisku.
Belum selesai sensasiku Mas Nanang menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Nanang dia mau memompaku kalau aku sdh orgasme katanyaenak sekali keIkbalnkeIkbaln meqiku kalau orgasme.
Aku mengambil posisi nungging dgn bertumpu pada kedua paha Ikbal pas k0ntolnya yg berlendirlendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara MasNanang mulai memasukkan k0ntolnya yg meskipun tdk panjang tp kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasi yg lebih hebat lagi ketika Mas Nanang mulai memompaku dari belakang.
Hampir saja kugigit k0ntol Ikbal kalau saja Ikbal tdk berteriak, mengaduh. Entah aku merasa tdk kuat lagi menahan ledakankanku yg berikutnya dan segara saat k0ntol Mas Nanang mulai berkedutkedut akan menyemburkan air maninya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dan aahh dgn teriakan panjang Mas Nanang menyemprotkan air maninya ke dalam meqiku.
Aku segera berbalik untuk membersihkan k0ntol Mas Nanang, rasa air mani dua orang lakilaki yg bercampur membuat lidah merasa aneh danasing. Kami terkulai lemas tp aku merasa lapar dgn tetap bugil akukedapur untuk masak kulihat dua orang lakilaki itu berpelukan saling menepuk punggung.
Gimana dik? lamat lamat kudgn suara Mas Nanang menanyakan kesannyapada Ikbal.
Wah nikmatluar biasa Mas, aku nggak nygka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat, pantas Mas Nanang tdk pernah jajan, timpal Ikbal.
Begini aja dik, Dik Ikbal nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tp janji Dik Ikbal nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Ikbal jajan, sambung Mas Nanang.
Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun hanya sekali selebihnya aku pake alat, lanjut Ikbal.
Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..cerit ngentot istri
Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yg diomongin aku langsung protes nglendot di pangkuan Mas Nanang.
Tp Mama setujukann.. tanya suamiku.
Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmmmmmm sengaja kubuatbuat jawabanku aku ingin melihat reaksi Ikbal.
Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak papa kok Mbak Ikbal memelas.
Habis.. Habis.. Habis jawabku nggak kulanjutkan.
Habis apanya Mbak? Ikbal panasaran.
Habis.. Nikmat hihihihihihihi jawabku sambil cekikikan.
Ikbal langsung menubrukku yg masih dipangkuan Mas Nanang, tanpa sungkan lagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat k0ntolnya sdh ngacung.
Eh.. Makan duluu.. Ah aku udah lapar nih.. Nasi goreng sdh masak tuh di meja pintaku.
Ikbal menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Nanang mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yg berhimpitan satu berbulu yg satu agak licin.
Cerit sex hot, Mereka dgn sabar bergantian menyuapi aku. Aku benarbenar bahagia mereka berdua sekarang suamiku, yg siap memuaskanku.
Selesai makan, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi air mni yg kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.
Tak lama kemudian kulihat mereka berdua beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan usapan lembut sebuah tangan dgn bulubulu halus menelusuri pantatku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus meqiku.
Aku sdh bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Ikbal lah yg sedang mengelus belahan meqiku, dan Mas Nanang mengelus batang k0ntolnya, sambil mulutnya menciumi dadaku.
Sambil berubah posisi dgn setengah duduk di depanku Mas Nanang siap dgn selangkanganku yg terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yg sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Ikbal tdk tinggal diam buah dadaku yg menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.
Ikbal merubah posisinya dgn duduk di meja rias dgn k0ntol siap dimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya k0ntol Ikbal yg ternyata ada dua kepalan tanganku dgn kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Nanang. Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocokkocok.
Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yg tdk terlalu lama gerakan Ikbal tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Nanang yg sedang mengulum klitorisku dibawah meja pada saat itulah Ikbal menghentak hentakkan pinggul dan menyorongnyorongkan k0ntolnya dimulutku dan.. Creett.. Creett.. Creett..
Baca juga : Cerita Porno Bu Hesti Yang Baik Hati
Air mani Ikbal memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apaapa. Ikbal terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Nanang sekarang menindihku semetara Ikbal mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.
Mas Nanang sdh terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yg sdh melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.
Aku mulai on lagi dan otototot vaginaku mulai berdenyutdenyut tp tibatiba Mas Nanang menghentikan kocokannya, dan mencabut k0ntolnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tdk ingin selesai sekarang, aku masih berharap Ikbal bangkit lagi setelah istirahat.
Aku ingin Ikbal memompaku dulu baru Mas Nanang yg mengakhiri puncaknya. Tp Mas Nanangminta aku dan Ikbal melakukan 69 dgn posisi Ikbal dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Nanang menusukku dari belakang dan Ikbal ganti yg ngenyot klitorisku.
Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil meqiku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yg menyerbu lubang meqiku. Denyutandenyutan mencengkeram makin keras dan ini yg paling disukai Mas Nanang
Kemudian kurasakan Mas Nanang mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Ikbal tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke meqiku disela k0ntol Mas Nanang. Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.
Tanpa menunggu waktu lagi Mas Nanang mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sdh berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar.
Mas Nanang merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yg panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan air maninya.. Creett.. Creett.. Creett tp aku belum orgasme.
Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Pada saat yg sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam k0ntol Ikbal kuatkuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama Mas Nanang mendapat perlakuan begitu Ikbal juga orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yg kedua kali. Kenikmatan yg luar biasa. Walaupun permainan sdh berakhir tetapi Mas Nanang tdk mau mencopot kemaluanku dari meqiku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan meqiku.
Pah.. Aku sdh nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Ikbal kita tindih
Malam ini adalah malam pertama aku merasakan k0ntol orang lain selain punya Mas Nanang apalagi k0ntolnya lebih panjang, sebuah pengalaman yg sangat memuaskanku.
Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yg kualami bersama ke dua suamiku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Ikbal minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anakanaknya sering diajak untuk bersamatinggal dikotaku saat libur agar tdk bolakbalik.
Saat Ikbal ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Nanang dan Ikbal kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dgn salah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.
Pembaca orisex.com kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar tdk ada rasa cemburu dan yg hebat anda akan dimanja seperti diriku. Nggak percaya cobalah.
Pengalaman ini benarbenar nyata kami telah 5 tahun bersama tp kasih sayang merekasangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi.